MAKASSAR, BUKAMATA - Kelompok Anarko diduga menjadi pelaku pengrusakan Sekertariat DPD NasDem Makassar, Kamis 22 Oktober 2020 malam. Ada 21 orang yang terdiri dari mahasiswa, pelajar dan oknum warga yang diamankan di sekitar lokasi kejadian. Mereka sementara diperiksa secara intensif hingga Jumat Sore ini, di Mako Polrestabes Makassar.
Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Edy mengatakan, hasil interogasi sementara, aksi unjuk rasa yang berujung pembakaran satu unit mobil ambulans serta sekertariat partai Politik di AP Pettarani, diduga akibat ulah kelompok anarko.
Mereka kata dia, menyusup dalam kerumunan massa aksi. Dan dikabarkan sengaja membawa molotov.
Kendati begitu, ia mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman. Hingga Jumat sore ini, sejumlah mahasiswa, pelajar dan oknum masyarakat yang diamankan saat pengamanan Kamis malam kemarin, masih diperiksa intensif.
"Hasil interogasi memang ada beberapa kelompok anarko yang menyusup. Tetapi saat ini kami masih melakukan pemeriksaan intensif," ujarnya saat dikonfirmasi.
Lebih jauh mantan Kapolsek Rappocini ini bilang, pelaku yang diamankan saat ini berjumlah 21 orang. Terdiri dari 10 orang mahasiswa, 6 orang pelajar sekolah menengah atas, seorang karyawan toko kue dan lima orang remaja pengangguran.
"Saat ini semuanya masih kita amankan di Mako Polrestabes Makassar. Untuk ancaman hukuman, saya kira kita belum sampai di situ. Kita masih akan mendalami dulu. Selebihnya kita tunggu penyidik untuk bekerja," pungkasnya.
Diketahui aksi lanjutan penolakan Omnimbuslaw di area Pettarani Makassar mulai memanas pada Kamis 22 Oktober sekira pukul 17.00 Wita. Pengunjuk rasa mulai menutup akses jalan di Pertigaan AP Pettarani-Jalan Raya pendidikan dan melakukan orasi. Dua unit truk kontainer bahkan sempat dihentikan untuk dijadikan mimbar orasi para demonstran.
Sekira pukul 20.00 Wita, aksi anarkis mulai terjadi, beberapa orang yang diduga kelompok anarko merusak CCTV dengan menggunakan batu dan bambu. Diduga hal itu dilakukan, agar aksi-aksi anarkisnya tidak terekam CCTV. Pasalnya sekira pukul 20.25 Wita, bom-bom molotov mulai meledak. Papan reklame di kantor Telkom Jalan AP Pettarani, jadi salah satu sasaran pelaku.
Beberapa lama setelahnya, sejumlah oknum warga yang mulai terprovokasi melakukan penyerangan pada kelompok demonstran, kelompok anarko yang mulai menyusup kemudian diduga melakukan aksi lanjutan. Ambulans partai NasDem yang terparkir di depan sekretariat partai itu, didorong ke tengah jalan. Kemudian dirusak dengan cara dibakar oleh sejumlah orang dengan wajah tertutup. Tidak lama berselang, Sekretariat NasDem juga menjadi bulan-bulanan.
BERITA TERKAIT
-
Kapolrestabes Makassar Beber Hasil Olah TKP Angkot Terbakar saat Demo Ricuh
-
Kapolrestabes Makassar Sebut Unjuk Rasa Berakhir Ricuh Akibat Disusupi Anarko
-
1 Angkot Terbakar saat Unjuk Rasa Berujung Ricuh
-
Fakta Demo Tapera Berakhir Ricuh di Depan Unismuh Makassar, Ternyata Dijadikan Pengaderan
-
Ricuh Demo di Depan Unismuh Makassar, 1 Polisi Terluka dan 8 Mahasiswa Diamankan