Aswad Syam
Aswad Syam

Senin, 19 Oktober 2020 10:04

Pelaku pemerkosaan dan pembunuhan, Samsul Bahri di rumah sakit.
Pelaku pemerkosaan dan pembunuhan, Samsul Bahri di rumah sakit.

Sebelum Tewas di Tahanan, Pemerkosa Sadis di Aceh Sesak Napas dan Tak Mau Makan

Samsul membunuh bocah berusia 9 tahun saat berteriak hendak menyelamatkan ibunya dari pemerkosaan. Sabtu kemarin, Samsul terbujur kaku di dalam sel. Dia sempat sesak napas dan tak mau makan.

LANGSA, BUKAMATA - Sabtu malam, 17 Oktober 2020, Samsul Bahri (41) tergeletak tak bernyawa di dalam sel. Samsul dijebloskan ke tahanan karena membunuh seorang bocah bernama Rangga (9), yang membela ibunya DA (28) saat akan diperkosa Samsul.

Kasat Reskrim Polres Langsa Iptu Arief Sukmo Wibowo bilang, sebelum tewas, Samsul tak mau makan dan minum. Samsul juga pernah mengeluh sesak dan sempat dibawa ke rumah sakit. Itu sehari sebelum ditemukan tewas di sel.

Samsul kembali mengeluh sesak nafas setelah keluar dari rumah sakit. Namun, Samsul ditemukan telah meninggal di sel sebelum dibawa lagi ke RS.

"Tersangka mengeluh sesak kembali dan waktu akan dibawa kembali ke RSUD tersangka sudah terbujur kaku di dalam sel," ungkapnya.

Sebelumnya, Samsul ditangkap pada Minggu pagi, 11 Oktober 2020. Dia sempat diberi timah panas. Itu karena melawan dengan samurai saat akan ditangkap. Samurai yang sama dipakai untuk membunuh Rangga pada Sabtu dini hari, 10 Oktober 2020.

Saat itu, Samsul menyelinap masuk ke dalam rumah korban. Ayah korban saat itu pergi melaut. Korban hanya berdua dengan ibunya, DA (28). Polisi menduga yang masuk ke rumah yang ditempati DA dan Rangga dengan cara mencongkel pintu. DA yang kaget tubuhnya disentuh saat tidur tersentak.

Dia melihat Samsul membawa samurai berada di dekatnya. Rangga yang tidur bersamanya kemudian ikut terbangun. DA sempat menyurut Rangga lari, namun dia tak kabur. Rangga menjerit, agar ibunya tak jadi diperkosa.

Samsul mengayunkan parangnya ke pundak Rangga. Anak itu ambruk bersimbah darah. Samsul kembali membacok Rangga hingga tewas.

"Korban R meninggal karena putusnya nadi besar di sebelah kiri," kata Kasat Reskrim Polres Langsa Iptu Arief Sukmo Wibowo kepada wartawan, Minggu (11/10/2020) lalu.

Setelah membunuh Rangga, Samsul kemudian memasukannya ke dalam goni.

Selanjutnya pelaku membawa korban dan anak korban jauh ke dalam kebun sawit. Di pinggir sungai, korban dengan posisi kaki dan tangan diikat, kembali diperkosa pelaku.

Namun saat pelaku turun ke sungai, korban berhasil melarikan diri. Dia awalnya menggendong putranya. Dia berencana meminta bantuan ke warga. Namun karena tidak sanggup menggendong anaknya yang sudah di dalam goni, DA meninggalkannya di lokasi kejadian. Korban DA juga mengalami luka sayat di telapak tangan kanan dengan luka 6 jahitan.

Kemudian, Samsul yang diringkus aparat kepolisian dan TNI bersama masyarakat setempat di tempat persembunyiannya, Minggu pagi (11/10/2020), dihadiahi tiga tembakan terukur yang dilakukan aparat saat hendak melawan petugas.

Jasad R ditemukan di sungai pada Minggu sore, 11 Oktober.

Samsul dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 338 jo 340 jo 285 jo 351 ayat 2 KUHPidana dan/atau Pasal 80 UU 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Samsul terancam hukuman mati.

#Pemerkosaan #Pembunuhan