Aswad Syam
Aswad Syam

Senin, 19 Oktober 2020 15:18

Ilustrasi
Ilustrasi

Disdik Sulsel: Chat Terakhir Siswi Bunuh Diri di Gowa Bahas Masalah Cowok

Disdik Sulsel membantah kalau siswi yang bunuh diri di Gowa stres karena tugas sekolah online. Menurutnya, chat terakhir korban malah soal cowok.

GOWA, BUKAMATA - Kabar bahwa siswi SMA di Gowa MI (17), bunuh diri karena tugas-tugas sekolah yang menumpuk, dibantah Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Sulsel, Fitri Utami.

Menurut Fitri, Disdik Sulsel menemukan fakta lain. Siswi tersebut sempat membahas masalah cowok sebelum ditemukan meninggal dunia.

"Karena chat terakhirnya (korban) itu membahas masalah seperti itu dengan sahabatnya. Membahas masalah cowok. Tidak lama setelah membahas cowok, dia membahas soal racun apa yang bisa membuat mati," ujar Fitri, Senin (19/10/2020).

Almarhumah MI kata Fitri, diduga sudah memiliki niat bunuh diri saat berkomunikasi dengan temannya lewat chat di ponsel. Namun, tak ada sama sekali menyinggung masalah tugas sekolah di situ.

Usai mendapat kabar terkait adanya siswi yang bunuh diri, Fitri mengaku langsung ke rumah korban. Dia datang menyampaikan turut belasungkawa dari Dinas Pendidikan. Sekaligus mencari kebenaran terkait insiden bunuh diri itu.

Di rumah korban, Fitri mengaku berkomunikasi dengan keluarga MI. Terkait seperti apa MI dalam kehidupan sehari-harinya.

"Ternyata setelah saya komunikasi dengan pihak keluarga terdekat, ayahnya dan semua keluarganya di situ, tidak ada yang mengindikasikan terkait banyaknya tugas malah, sepertinya ini anak pendiam dengan keluarga," tambahnya.

Fitri bilang, berdasarkan keterangan ayah MI, korban sempat meminta dibelikan sepeda motor. Namun permintaan itu tidak dikabulkan. Alasannya ekonomi.

"Tetapi memang mungkin ada masalah personal. Namanya ABG ada keinginan terpendam yang tidak bisa diwujudkan. Mungkin karena faktor ekonomi orangtua, seperti motor dan masalah percintaan ABG," ungkapnya.

Sebelumnya, MI diberitkan bunuh diri dengan menenggak racun tikus pada Sabtu, 17 Oktober 2020, di rumahnya di Gowa, Sulawesi Selatan. Dugaan polisi, korban bunuh diri karena stres dengan tugas online dari sekolah yang menumpuk, sementara jaringan internet di sekitar rumahnya lemot.

"Hasil penyelidikan dari tim kami di lapangan bahwa interogasi dari teman almarhum, motif dari minum racun ini karena ada tugas diberikan sekolah lewat online, kemudian karena medan tempat tinggal korban pegunungan jadi jaringan internet bermasalah," ungkap Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Jufri Natsir, Minggu (18/10/2020) kemarin.

#minum racun #Siswi bunuh diri #Gowa