Bentrokan massa pengunjuk rasa dengan petugas tadi malam.
MAKASSAR, BUKAMATA - Kamis petang, 8 Oktober 2020, bentrokan antara petugas keamanan dan massa pengunjuk rasa pecah di Makassar, Sulsel.
Sebuah pos polisi lalu lintas di dekat Kantor DPRD Sulsel dibakar massa. Bentrokan berlangsung hingga tengah malam.
Itu buntut aksi unjuk rasa menolak Omnibuslaw Undang-Undang Cipta Kerja. Ada beberapa titik aksi kemarin, sehingga menimbulkan kemacetan di mana-mana.
Selain di depan Kantor DPRD Makassar, juga di depan Monumen Mandala Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan Sultan Alauddin.
Sebelumnya juga terjadi bentrokan antara warga dan mahasiswa pengunjuk rasa di depan kampus UNM Jl AP Pettarani.
Akibat aksi, ada sekitar 220 orang diamankan polisi. Rinciannya, 103 mahasiswa, 75 pelajar dan 45 warga sipil.
BERITA TERKAIT
-
Demo Mahasiswa di Makassar Ricuh, Pos Polisi Alauddin–Pettarani Dibakar
-
Ribuan Mahasiswa Makassar Demo Kawal Putusan MK dan Duduki Kantor DPRD Sulsel
-
Penerbitan Perppu Pengganti UU Ciptaker Tuai Pro-Kontra Beberapa Kalangan
-
Demo BBM dan Jejak-jejak Vandalisme yang Bertebaran di Makassar
-
FOTO: Sore Ini Mahasiswa di Makassar Kembali Memblokade Sejumlah Ruas Jalan, Tolak Kenaikan BBM