Redaksi : Kamis, 08 Oktober 2020 13:34
Bentrokan antara warga dan mahasiswa di Jl AP Pettarani Rabu malam hingga Kamis dini hari tadi. (Sumber: iNews dan Tagar)

MAKASSAR, BUKAMATA - Jalan macet, bahkan ditutup penuh, membuat warga kehilangan simpatik terhadap aksi penolakan omnibuslaw yang digelar mahasiswa di Makassar.

Kamis dini hari, 8 Oktober 2020. Warga di Jl AP Pettarani Makassar, saling lempar dengan mahasiswa. Bukan cuma dengan batu, tapi anak panah, petasan, juga bom molotov.

Warga kesal. Pasalnya, sudah berjam-jam mereka terjebak macet oleh unjuk rasa tersebut. Warga menyerang mahasiswa hingga ke dalam kampus UNM. Bentrokan yang terjadi mulai Rabu malam ini, menyebabkan seorang warga terkena anak panah. Juga ada satu sepeda motor mahasiswa, serta sejumlah fasilitas kampus, kantor parpol, juga mess PT Telkomsel rusak.

Bentrokan itu, membuat aparat kepolisian dari Polrestabes Makassar dan Polsek Rappocini, mengamankan bentrokan. Ada 13 orang diamankan polisi.

Awalnya ada tujuh orang mahasiswa diamankan. Mereka berinisial, MIH (20), MFH (23), MI (20), AF (23), FT (22), RZ (28), dan MSR (28).

Juga ada empat pelajar diamankan, masing-masing, DT (19), RM (17), MRS (16), dan AF (16). Dua lainnya adalah warga, yakni, MID (21), dan AFF (20).

Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Edy Supriadi mengatakan, bentrokan antar mahasiswa dan warga, dipicu penutupan jalan aksi unjuk rasa yang berlangsung hingga larut malam.

"Iya benar ada tawuran tadi malam antara mahasiswa dengan warga. Kami amankan 13 orang baik dari mahasiswa dan warga," ujar Kompol Edy.

Mantan Kapolsek Rappocini itu mengungkapkan, masyarakat sejak Rabu sore, telah melakukan pemblokiran jalan. Sehingga akses jalan praktis lumpuh total.