BUKAMATA - Aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta kerja di depan kantor DPRD Sumatera Utara, Medan berlangsung ricuh.
Mulanya, massa berunjuk rasa namun tak bisa mendekat Gedung DPRD Sumut lantaran ada kawat berduri yang melintang. Mereka lantas melempari aparat dengan berbagai benda.
Aparat tak tinggal diam. Gas air mata ditembakkan. Massa juga disemprot air dengan mobil water canon. Massa mundur.
Massa kemudian menyerang balik dengan melempari aparat dengan berbagai benda yang ditemuinya. Terlihat salah seorang anggota Polwan terluka terkena lempara benda.
Massa menjauh dari Gedung DPRD Sumut namun belum membubarkan diri. Mereka hanya terpencar satu sama lain dan kini tengah menyatu kembali.
Demonstrasi di Medan sama seperti yang dilakukan di beberapa daerah lainnya, yaitu menyuarakan penolakan terhadap Omnibus Law UU Cipta Kerja.
BERITA TERKAIT
-
Kapolrestabes Makassar Beber Hasil Olah TKP Angkot Terbakar saat Demo Ricuh
-
Kapolrestabes Makassar Sebut Unjuk Rasa Berakhir Ricuh Akibat Disusupi Anarko
-
1 Angkot Terbakar saat Unjuk Rasa Berujung Ricuh
-
Fakta Demo Tapera Berakhir Ricuh di Depan Unismuh Makassar, Ternyata Dijadikan Pengaderan
-
Ricuh Demo di Depan Unismuh Makassar, 1 Polisi Terluka dan 8 Mahasiswa Diamankan