Aswad Syam
Aswad Syam

Jumat, 25 September 2020 08:18

Potret masyarakat adat Papua.
Potret masyarakat adat Papua.

DAP, Institusi Agama serta NGO Mesti Bersatu Menyuarakan Perlindungan Masyarakat Adat

Aktivis Pembela HAM Papua, Yan C Warinussy mengharapkan DAP, tokoh agama dan NGO, mesti bersatu menyuarakan hak masyarakat adat.

MANOKWARI, BUKAMATA - Rakyat Papua melalui Dewan Adat Papua (DAP) dan institusi keagamaan seperti Gereja-gereja Kristen dan Katolik dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) atau Majelis Muslim Papua serta organisasi masyarakat sipil (OMS), mesti bersatu untuk menjaga bahwa Pemerintah Indonesia tidak boleh melakukan upaya "menghilangkan" bagian-bagian urgen mengenai perlindungan hak masyarakat adat (pasal 43) dan hak asasi manusia (pasal 45, pasal 46 dan pasal 47) dari dalam teks UU RI No.21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua.

Pembela HAM Tanah Papua Yan Christian Warinussy mengungkap itu pada Kamis, (24/9/2020) kemarin di Manokwari.

"Peringatan ini saya sampaikan, karena belajar dari pengalaman saudara-saudara di Aceh Nangroe Darussalam (NAD)," tegasnya.

Di mana di dalam Rancangan Undang-Undang (RUU), mereka kata Warinussy, punya sejumlah usulan kongkret mengenai penyelesaian masalah hak asasi manusia, namun dihilangkan dalam proses pembahasannya.

Misalnya soal pembentukan Pengadilan HAM dan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR). Serta akses bagi keterlibatan Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) soal hak asasi manusia.

Warinussy berkata, ia juga ingin mengingatkan, bahwa butir e dari konsideran menimbang dari UU Otsus Papua adalah pikiran awal yang relevan dalam konteks pemberian status dan penyelesaian hukum soal masalah HAM di Tanah Papua.

Sehingga, penghapusan bagian mengenai penyelesaian konflik sosial politik dan HAM di Tanah Papua sebagaimana dimaksud dalam kandungan pikiran luhur dalam butir e dan f dari konsideran menimbang di dalam UU Otsus Papua, tentu akan menihilkan kemauan politik Indonesia dalam menjadikan Papua sebagai Tanah Damai (the Peace land of Papua).

#Masyarakat Adat Papua