Redaksi
Redaksi

Kamis, 24 September 2020 12:11

Ilustrasi
Ilustrasi

Emosi Suaminya Dinikahkan, Alasan IRT di Pinrang Aniaya Imam Masjid Saat Pimpin Salat

Fitri kesal. Sang imam menikahkan suaminya tanpa sepengetahuannya. Saat imam memimpin salat zuhur, Fitri menghantamkan balok ke punggung sang imam, persis saat sang imam sujud pada rakaat pertama.

PINRANG, BUKAMATA - Selasa, 22 September 2020. Saat itu sudah pukul 12 siang lewat. Di Masjid Nurul Huda, Dusun Batri, Desa Kaballangan, Kecamatan Duampanua, Pinrang, Asgan (47), sedang memimpin salat zuhur.

Saat itu, sang imam sudah posisi sujud. Diikuti para makmum. Tiba-tiba, "bukkk!!!". Terdengar sang imam mengeluh. "Aduhh!!!". Jemaah kaget, sang imam terkapar. Di dekatnya, Fitri (30), seorang ibu rumah tangga dari kampung itu, menggenggam balok.

Kali ini, dia mengarahkan pukulan ke kepala sang imam. Namun, korban menangkisnya dengan tangan kanan. Membuat tulang jari manisnya retak. Jemaah pun sigap mengamankan Fitri.

Fitri mengaku emosi. Pasalnya, korban telah menikahkan suaminya. Itu dijelaskan Kanit Reskrim Polsek Duampanua Ipda Suharman Tahir, Kamis (24/9/2020).

"Jadi si terlapor jengkel dengan korban. Lantaran dia (korban) menikahkan suami dari terlapor tanpa sepengetahuannya," kata Ipda Suharman.

Rabu siang, 23 September 2020, korban melaporkan penganiayaan yang dialaminya ke Polsek Duampanua.

Permasalahan ini kata Ipda Suharman, tengah dimediasi oleh kepala desa setempat. Korban, kata dia, telah dipanggil untuk dimintai keterangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Penganiayaan #Imam Masjid Diserang #Pinrang

Berita Populer