Aswad Syam
Aswad Syam

Rabu, 23 September 2020 10:23

SN dan rekan-rekan prianya yang menjadi pelaku pemerkosaan.
SN dan rekan-rekan prianya yang menjadi pelaku pemerkosaan.

Korban Kasus "Saya Mo Dulu" Mengaku Kaget Saat Lihat Ada Pria di Atas Perutnya

EA setengah sadar saat mendengar suara "Saya mo dulu". Dia membuka mata dan kaget, di atas perutnya ada seorang pria.

MAKASSAR, BUKAMATA - EA (23), mahasiswi yang menjadi korban pemerkosaan bergilir, yakin temannya sesama wanita, SN (21) telah terlibat mengatur pemerkosaan atas dirinya.

Korban mengaku saat itu dia datang ke THM bersama teman prianya berinisial A pada Sabtu malam, 19 September 2020. Di THM itu, dia bertemu dengan SN serta rekan-rekan prianya.

Mereka lalu meminum miras. Korban mengaku mabuk. Saat itu, sekitar pukul 01.00 Wita, rekan prianya, A hendak mengantarnya pulang, namun dicegah SN.

"Saat itu saya sedang dalam keadaan mabuk, sehingga A menawarkan ingin mengantar saya pulang. Akan tetapi, saya sempat mendengar teman perempuannya bernama SN memaksa saya untuk menginap bersama di hotel tempatnya menginap," tulis EA dalam laporan polisinya.

SN lantas naik mobil bersama korban menuju hotel di kawasan Panakkukang. SN dan rekan-rekan prianya sudah membooking dua kamar. Kamar 101 dan 103.

Dari parkiran hotel, SN memapah EA yang tengah mabuk menuju kamar 101.

"Ketika saya di hotel, saya sempat tertidur karena kepala saya terasa pusing. Sambil tertidur, saya sempat mendengarkan orang berkata 'saya mo dulu' sehingga saya terbangun, betapa terkejutnya saya saat merasakan di atas perut saya sudah ada seorang laki-laki," ungkap EA.

EA seketika langsung bangkit mencari pakaiannya. Pria yang dilihatnya saat terbangun, juga panik mencari pakaian. Begitu mendapatkan pakaiannya, dia segera memasangnya langsung berlari.

Keadaan kamar saat itu kata EA gelap. Namun masih ada sedikit cahaya lampu yang masuk.

"Sedangkan laki-laki tersebut saya lihat sibuk mencari celananya lalu bergegas keluar kamar, saya juga sempat melihat di depan pintu kamar yang terbuka ada 3 orang laki-laki, seperti ingin bergantian masuk ke dalam kamar untuk melakukan pemerkosaan," jelas EA.

Hasil pemeriksaan polisi, dari 6 pria, hanya 3 pria yang sempat menggilir korban. Yang lainnya ada di kamar 103 bersama SN.

SN sendiri masih berstatus saksi. Menurut polisi, perannya hanya memapah korban yang tengah mabuk masuk ke kamar 101 di hotel tempat pemerkosaan terjadi.

"Perempuan yang berinisial SN ini memapah korban masuk ke dalam (kamar 101). Namun, dari hasil pemeriksaan dan gelar perkara, untuk saat ini yang kami tetapkan sebagai tersangka tiga orang, sementara si SN kami tetapkan sebagai saksi dulu," ujar Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Iqbal Usman, kemarin.

#Pemerkosaan mahasiswi

Berita Populer