Aswad Syam
Aswad Syam

Selasa, 22 September 2020 11:55

Rekonstruksi pembunuhan diperagakan oleh tersangka Djumadil Al Fajri.
Rekonstruksi pembunuhan diperagakan oleh tersangka Djumadil Al Fajri.

Bak Film Hollywood, Pada Adegan 12 dan 14, Korban Mutilasi Disiksa untuk Sebutkan Password Ponselnya

Pada adegan ke-12 dan 14, korban disiksa secara kejam untuk menyebutkan password ponselnya.

JAKARTA, BUKAMATA - Seperti adegan film action, Rinaldy Harley Wismanu (32), disiksa secara sadis oleh pasangan sejoli Djumadil Al Fajri (26) dan Laeli Atik Supriyatin (27). Dia dipaksa memberikan password ponselnya. Itu ada pada adegan 12 dan 14 rekonstruksi pembunuhan dan mutilasi yang digelar Polda Metro Jaya, di Apartemen Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat, Jumat, 18 September 2020 lalu.

Saat itu, Rabu, 9 September 2020, kondisi korban sekarat usai mendapatkan sejumlah tusukan dari Djumadil. Korban saat itu tengah berhubungan badan dengan Laeli Atik Supriyatin. Saat dimabuk birahi, Djumadil yang sudah lama bersembunyi di kamar mandi, lalu keluar memukul korban dengan batu bata sebanyak 3 kali.

Korban sempat melawan, namun Djumadil berhasil membuat korban tengkurap. Dia lalu menusuk korban berkali-kali.

Pada adegan ke-12, Laeli keluar dari kamar mandi. Dia kemudian membekap korban. Lalu meminta password ponsel korban.

Namun korban menolak. Djumadil kembali menghujani tubuh korban dengan tusukan gunting. Itu pada adegan ke 14.

Laeli kembali meminta password ponsel korban, dan dalam keadaan sekarat, korban pun memberikan password ponselnya. Sesudah itu, korban mengembuskan napas terakhir.

Rekonstruksi dipimpin oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Wakil Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Handik Zusen, Kanit III Resmob AKP Mugia Yarry, dan Kanit IV Resmob AKP Noor Marghantara.

Setelah korban meninggal dunia, kedua sejoli itu lalu memindahkan jasad korban ke dalam kamar mandi. Dengan menguasai ponsel miliknya itu, kedua tersangka bisa mengakses data-data finansial korban yang tercatat pada ponsel.

“Di sini pintu masuknya untuk berbagai properti yang ada untuk menguras isi rekening dan seterusnya. Karena di HP korban tersebut ada beberapa catatan yang dimiliki sehingga pelaku ini dengan leluasa mengambil korban,” kata AKBP Jean Calvijn.

Kasus pembunuhan ini terungkap setelah polisi menyelidiki laporan orang hilang atas nama Rinaldi Harley Wismanu.

Hasil penyelidikan terungkap, korban ternyata dibunuh dan dimutilasi oleh kedua tersangka.

Kedua tersangka dibekuk Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Meto Jaya pada Rabu (16/9/2020).

Polisi mengungkap, kedua tersangka membunuh korban untuk menguasai harta korban.

#mutilasi #Pembunuhan

Berita Populer