JAKARTA, BUKAMATA - Sebuah video youtube diunggah 2017 silam. Memperlihatkan seorang pria berkulit putih, berambut agak gondrong. Hidungnya mancung. Dia memperlihatkan bagaimana studi di Jepang.
Youtuber itu bernama Rinaldi Harley Wismanu (32). Dia dikenal dengan panggilan Ren. Dia memang mengambil S2 di negeri matahari terbit itu.
Sebagai lulusan Jepang, kariernya pun bersinar. Dia menjadi HRD sebuah perusahaan konstruksi asal Jepang yang beroperasi di Jakarta.
Suatu hari, Ren berkenalan dengan seorang wanita di aplikasi kencan atau dating. Seorang wanita berambut pirang. Namanya, Laeli Atik Supriyatin. Usianya 27 tahun. Mengaku masih single. Padahal sudah memiliki pacar, namanya Djumadil Al Fajri (26).
Ren pun akrab dengan Laeli. Melihat Ren punya tingkat finansial yang tinggi, Laeli dan pacarnya Djumadil merancang sebuah niat jahat. Menghabisi Ren, lalu menguras hartanya.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana, saat Konferensi pers kasus pembunuhan dan mutilasi pada Kamis 17 September 2020 kemarin, mengungkap bagaimana persekongkolan jahat pasangan kekasih itu, hingga menghabisi nyawa Ren.
Laeli memancing korban untuk bertemu. Pasangan sadis itu pun menyewa sebuah apartemen di Jakarta Pusat. Laeli lalu mengundang korban Ren untuk datang.
Itu pada 9 September 2020. Djumadil lebih dulu masuk ke dalam kamar. Dia bersembunyi di kamar mandi. Ada tiga batu bata dia siapkan di sampingnya. Juga sebilah pisau.
Saat korban datang, Laeli lalu berbincang dengan Ren. Dia memancing Ren untuk mengungkap angka rahasia (PIN) kartu ATM-nya. Usai itu, Laeli dan Ren lalu berhubungan badan di atas tempat tidur.
Saat Ren tengah terbuai, dari belakang Djumadil mengendap-endap. "Bukk....bakkk!" Batu bata pecah di kepala Ren yang tengah terbuai layanan birahi dari Laeli. Ada tujuh kali dihantamkan.
Ren ambruk. Tak cukup di situ. Djumadil meraih pisau lalu menusuk Ren. Saat Ren sekarat, tubuhnya ditarik ke kamar mandi.
Djumadil keluar membeli gergaji, golok, cat putih dan seprai. Dengan senjata tajam itu, tubuh Ren dipotong menjadi 11 bagian. Lalu dimasukkan ke dalam dua kantong kresek
Satunya disimpan di dalam koper. Satu lagi di dalam ransel.
Pelaku pun memindahkan koper tersebut di sebuah apartemen di Kalibata di lantai 16.
"Setelah melakukan pembunuhan, pelaku memeras seluruh rekening korban dan membelikan logam mulia berbagai ukuran, perhiasan, motor jenis Yamaha Nmax," ungkap Nana.
Kemudian, mereka menyewa rumah di Cimanggis. Rencana akan digunakan untuk mengubur korban. Namun saat rencana itu belum terlaksana, polisi lebih dahulu menciduk keduanya.
Laeli pertama kali ditangkap di kontrakan itu. Melihat Laeli dibekuk, Djumadil naik ke atap genteng tetangga. Cuma pakai handuk. Namun dia harus menyerah. Rumah itu sudah terkepung polisi.
Pengungkapan kasus pembunuhan itu, berawal dari laporan polisi keluarga korban pada 12 September 2020 lalu. Bahwa korban tak bisa dihubungi sejak 9 September. Polisi yang melakukan penyelidikan, akhirnya mengendus aksi sadis kedua pelaku.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Tragis! Seorang Ibu di Bone Tewas Dianiaya Anak Kandung
-
Oknum TNI AU Tikam Pria di Makassar Hingga Tewas
-
Emosi Ditantang Duel, Pemilik Kontrakan di Bone Tikam Tamu Penyewa Hingga Tewas
-
Diplomat Indonesia Zetro Purba Tewas Ditembak OTK di Peru
-
Pelaku Pembunuhan Sadis di Selayar Dinyatakan Alami Gangguan Jiwa, Polisi Serahkan ke Dinsos