Redaksi : Kamis, 17 September 2020 11:06
Foto profil akun Wang Xinlan.

FUJIAN, BUKAMATA - Chen Tran (70), dari Quanzhou, Fujian, China, sudah lama hidup sendiri. Dia bercerai dengan istrinya. Dari pernikahan yang gagal itu, Tran dikaruniai seorang anak.

Untuk mengatasi kesepiannya, kakek itu rajin membuka apilkasi kencan online. Lalu pada 20 Maret 2020 lalu, dia berkenalan dengan wanita muda. Mengaku bernama Vuong Tam Lan. Akunnya, Wang Xinlan. Foto profilnya menggoda. Seorang wanita muda berwajah ayu. Kulitnya bening.

Kepada Tran, Lan mengaku seorang janda beranak satu. Usianya 35 tahun. Baru tiga hari kenalan, keduanya sudah sangat akrab. Malah sudah saling sapa "Papa-mama". Komunikasinya intens. Bahkan Tran serasa menemukan kembali gairah hidupnya yang hilang. Dia serasa muda kembali.

Lan juga mengaku, saat ini menjabat sebagai kepala bank investasi yang berlokasi di provinsi Anhui. Penghasilan tahunannya beberapa ratus juta rupiah.

Cara bicara Vuong Tam Lan yang ceria dan penampilan mudanya yang cantik, langsung menarik perhatian Tran. Keduanya berbicara dengan sangat baik. Tran merasa bahwa Vuong Tam Lan adalah “hadiah dari Tuhan”.

Vuong Tam Lan mengatakan, dia akan memesan tiket pesawat untuk menemuinya dan kemudian akan melahirkan seorang putra. Tran makin tergoda. Dia langsung sepenuhnya percaya pada istri khayalannya itu.

Pada 11 April 2020, di tengah pandemi Covid-19, Vuong Tam Lan menghubungi Tran, bahwa banknya berinvestasi dalam proyek yang berkaitan dengan mobil.

Dia sendiri telah menginvestasikan 600.000 yuan (Rp1,3 miliar) dalam proyek ini. Dia menjamin, pendapatan 15 hari dari manajemen keuangan hingga 8% dan tanpa risiko.

Karena Tran dipenuhi dengan kebahagiaan dalam hubungan barunya, dia dengan cepat mempercayai kata-kata Vuong Tam Lan dan diyakinkan oleh rencana yang dia sampaikan.

Mulai 13 April, dia mengirim berturut-turut 20.000 yuan, 330.000 yuan, lalu 80.000 yuan kepada wanita bermarga Wang tersebut. Total transferan Tran sebesar 430.000 yuan (Rp946 juta).

Setelah menerima uang, Vuong Tam Lan memberi tahu Tran, bahwa dia tidak boleh memberi tahu siapa pun, karena begitu informasi itu bocor, dia akan dituntut karena mengungkapkan rahasia dagang.

Percaya ucapan Vuong Tam Lan, Tran benar-benar tidak pernah membicarakan hal itu kepada siapa pun, termasuk putrinya.

Namun, setelah menerima duit hampir Rp1 miliar, frekuensi percakapan maya Wang Tam Lan dengan Tran menurun secara signifikan. Lan jarang lagi menyapa.

Hingga pada 20 April 2020, Vuong Tam Lan tidak menanggapi pesan dari Tran sama sekali. Dia juga berhenti menjawab panggilan suara Tran.

Menyadari ketidaknormalan tersebut, Tran sudah punya firasat dirinya ditipu. Dia lalu melapor ke polisi. Ia berharap, polisi membantunya mendapatkan kembali uang yang telah dia kirim ke Wang Tam Lan.

Namun yang mengejutkan, ketika polisi menemukan bahwa pengguna akun Wang Xin Lan sebenarnya adalah seorang pria di Ham Duong, Shaanxi.

Pria itu mengaku pada Maret lalu, ada seseorang dari Hunan membeli akunnya seharga 70.000 yuan. Saat ini polisi masih terus mengklarifikasi kasus tersebut.

TAG