Aswad Syam
Aswad Syam

Rabu, 16 September 2020 12:14

Alpin Andrian
Alpin Andrian

Polisi Abaikan Klaim Gangguan Jiwa Penusuk Syekh Ali Jaber

Polisi terus melanjutkan penyidikan. Mereka mengesampingkan klaim keluarga pelaku penusukan Syekh Ali Jaber bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa.

LAMPUNG, BUKAMATA - Meski ada klaim gangguan jiwa dari keluarga pelaku penusukan Syekh Ali Jaber, namun polisi tak terpengaruh. Mereka mengesampingkan klaim soal kondisi gangguan jiwa yang dialami Alpin Andrian (24).

Kepala Bidang Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, proses penyidikan terus berlangsung. Dia menyebut, penyidik telah mengirimkan Surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri Bandar Lampung.

"Pengiriman SPDP itu tentunya kami mengumpulkan bukti-bukti yang ada untuk kita rampungkan sehingga bisa kita limpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU)," kata Pandra dilansir dari CNNIndonesia.com, Rabu (16/9/2020).

"Kami mengenyampingkan apa yang disampaikan oleh pihak keluarga," imbuhnya.

Berdasarkan KUHAP, SPDP merupakan tanda bahwa penyidikan perkara pidana dimulai. Penyidik, dalam hal ini polisi, mesti memberitahukannya kepada penuntut umum, yakni kejaksaan, lewat pengiriman SPDP.

Observasi terhadap kondisi kejiwaan tersangka Alpin Andrian kata Kombes Pandra, memang tetap dilakukan. Namun, itu tidak akan mengganggu penyidikan. Pasalnya, yang akan memutuskan lanjut tidaknya perkara tersebut adalah hakim saat pengadilan nanti.

Polisi, lanjut dia, dalam peranan untuk mengumpulkan bukti-bukti terkait tindak pidana yang dilakukan pelaku terhadap Syekh Ali Jaber tersebut.

"Jadi kalau dikatakan sudah dikatakan sehat atau tidak, saya tidak katakan itu. Penyidik tetap on the track untuk membuat terangnya suatu masalah," ujar Pandra.

"Hasil observasi itu memakan waktu 14 hari. Itu kan tetap berjalan proses penyidikan, observasi juga berjalan," pungkas Pandra.

Tersangka saat ini, masih ditahan oleh penyidik di Mapolresta Bandar Lampung. Surat bernomor SPDP/228 IX/2020/Reskrim yang ditujukan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Bandar Lampung menyebutkan, tersangka dijerat pasal 340 KUHPidana jo Pasal 53 KUHPidana Subsider Pasal 338 KUHPidana jo Pasal 53 KUHPidana subsider Pasal 351 ayat (2) KUHPidana dan Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, tentang tindak pidana percobaan pembunuhan berencana dan penganiayaan.

Penyerangan terhadap Syekh Ali Jaber terjadi pada Minggu, 13 September 2020 lalu, di Masjid Falahuddin, Tanjung Karang, Bandarlampung. Saat itu, Syekh Ali Jaber tengah membawakan ceramah di TPQ masjid itu.

#Penusukan Syekh Ali Jaber #Syekh Ali Jaber