Aswad Syam
Aswad Syam

Rabu, 16 September 2020 13:52

Yoshihida Suga saat diumumkan sebagai pemenang voting Perdana Menteri Jepang, Rabu (16/9/2020).
Yoshihida Suga saat diumumkan sebagai pemenang voting Perdana Menteri Jepang, Rabu (16/9/2020).

Anak Petani, Ini Profil Perdana Menteri Jepang yang Baru

Yoshihida Suga terpilih sebagai Perdana Menteri Jepang yang baru, menggantikan Shinzo Abe yang mundur karena sakit. Suga berhasil memenangkan voting di parlemen.

TOKYO, BUKAMATA - Yoshihide Suga (71), membungkuk dalam saat anggota parlemen bertepuk tangan. Dia baru saja diumumkan sebagai pemenang voting pemilihan Perdana Menteri Jepang, di Parlemen Jepang pada Rabu (16/9/2020).

Suga mendapatkan 314 suara dari total 462 suara sah, yang tercatat dalam voting di majelis rendah parlemen, di mana Partai Demokrat Liberal yang berkuasa mendominasi dengan mitra koalisinya.

Suga akan menggantikan Shinzo Abe yang mundur karena sakit. Suga belum bicara banyak, termasuk susunan kabinetnya. Diperkirakan susunan kabinet akan diumumkan malam ini.

"Menurut hasil, majelis kami telah memutuskan untuk menunjuk Yoshihide Suga sebagai Perdana Menteri," kata ketua majelis rendah Tadamori Oshima kepada parlemen setelah suara dihitung, seperti dilansir AFP, Rabu (16/9).

Suga menjabat sebagai kepala sekretaris kabinet di pemerintahan Abe. Dia memiliki reputasi sebagai sosok yang efisien dan praktis. Namun, sebelum mundurnya Abe pada Agustus, Suga jarang dibicarakan sebagai kandidat perdana menteri berikutnya.

Berbeda dengan Abe yang merupakan pewaris salah satu dinasti politik Jepang, Suga hanyalah putra sorang petani stroberi di Prefektur Akita, yang menapaki karier politiknya lewat kecerdasan dan kerja keras.

Memilih untuk tidak mewarisi pertanian keluarganya, Suga pergi ke Tokyo dan menempuh pendidikan di Universitas Hosei. Selama masa kuliahnya, dia bekerja di pabrik karton dan sebagai penjaga keamanan.

Setelah lulus, Suga menjadi sekretaris politik dan pada 1987 memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai anggota parlemen Kota Yokohama sebagai calon untuk partai Partai Demokrat Liberal (LDP).

Meskipun tidak memiliki banyak koneksi dan pengalaman politik, Suga bekerja keras berkampanye dari rumah ke rumah sekira 300 rumah sehari dan total 30.000 rumah selama masa kampanye. Usahanya itu, akhirnya membuat dia terpilih.

Di Yokohama, dia membangun basis kekuatan lokalnya sendiri dan terpilih menjadi anggota Parlemen nasional untuk LDP pada 1996. Dia menjadi dekat dengan Shinzo Abe dan pada 2006, ditunjuk sebagai menteri dalam negeri pada masa jabatan pertama Abe sebagai perdana menteri.

Suga berperan penting dalam membantu Abe merebut kembali kepemimpinan LDP pada 2012, dan sebagai gantinya, dia diberikan posisi sebagai sekretaris kabinet, demikian dilansir The Conversation.

Sebagai kepala sekretaris kabinet, Suga mendapatkan reputasi karena mengendalikan birokrasi dengan ketat dan membungkam media pada konferensi pers harian. Dia berperan melindungi Abe dari sorotan yang lebih besar atas berbagai skandal yang membayangi pemerintahannya.

#Perdana Menteri Jepang #Jepang #PM Jepang