PANGKEP, BUKAMATA - Jumat, 21 Agustus 2020. Pukul 20.30 Wita. Sebuah perahu jolloro lengkap dengan kompresor, bergerak membelah laut, meninggalkan Pulau Karanrang, Pangkep.
Di atas jolloro tersebut, ada kakak beradik, Mahmud Bin Side (15) dan Ilham Bin Side (27). Mereka dua nelayan asal Pulau Karanrang, Desa Mattiro Bulu,Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkep.
Jolloro mereka bergerak menuju Barru. Pada subuh itu, saat mereka di perairan Barru, tepatnya di Pulau Jangan Jangangngang Taka Cindeanga, diduga keduanya sedang merakit sumbu untuk komponen bahan peledak yang terbuat dari korek api. Pada saat itu, bom ikan tersebut meledak sehingga kedua korban meninggal di TKP.
Kasat Polairud Polres Pangkep, Iptu Deki Marizaldi mengatakan, sekitar pukul 07.00 Wita, Side, orang tua kedua korban, menerima panggilan telepon dari orang tidak dikenal. Memberi kabar bahwa anaknya ditemukan meninggal dunia di atas jolloro.
Satu korban ditemukan nelayan lainnya di atas jolloro. Perahu tradisional itu tampak hancur pada bagian pinggirnya. Sementara satu korban lainnya belum ditemukan.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Lagi, Pos Polisi di Makassar Dilempar Molotov oleh OTK
-
Bahtiar Baharuddin Dorong Pangkep Jadi Penghasil Nangka Madu
-
Hilang Selama Beberapa Hari, Seorang Pendaki Ditemukan Meninggal di Gunung Sorongan
-
Tujuh Anggota Geng Motor di Gowa Diamankan, Polisi Temukan Bom Molotov
-
Kasus Penganiayaan Paling Banyak Terjadi di Pangkep Selama 2021