SUKOHARJO, BUKAMATA - Jumat (21/8/2020) sekitar pukul 21.00 WIB. Seorang warga hendak rental mobil. Dia kemudian ke rumah Suranto (42) di Dukuh Slembem RT 01 RW 05, Desa Duwet, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo.
Namun, lama dia mengetuk tak ada respons. Dia lalu masuk ke dalam. Alangkah kagetnya warga itu saat melihat ada mayat yang sudah membusuk. Dia kemudian memanggil warga.
Tak lama warga berdatangan. Polisi juga. Diketahui korban adalah Suranto (42) selaku kepala keluarga, istrinya Sri Handayani (36). Kemudian dua anak mereka, Rafael (10) dan Dinar (6).
Diduga sudah meninggal sekitar tiga hari yang lalu. Kondisi mereka mengenaskan. Tubuh penuh luka dan bersimbah darah di dalam rumah mereka.
Sejumlah anggota kepolisian dari Polres Sukoharjo dipimpin langsung Kapolres Sukoharjo, AKBP Bambang Yugo Pamungkas pun melakukan olah TKP, sekira pukul 21.00 WIB. Masih tampak ceceran darah yang hampir mengering di sekitar garasi rumah, disertai bau busuk yang keluar dari jasad para korban.
Dari keterangan salah satu warga desa setempat, Fajar Effrilyanto (38) rumah korban dalam kondisi tertutup. Sehingga tak ada yang tahu kalau terjadi pembunuhan. Dugaan sementara, korban perampokan.
"Tahu-tahu sudah meninggal, perkiraan sudah tiga hari. Tidak ada yang tahu semua, baru diselidiki. Perkiraan (menjadi korban) perampokan atau balas dendam, mungkin," ungkap Fajar.
Korban Suranto dikenal para tetangga merupakan pengusaha rental mobil. Rumahnya hampir setiap hari banyak didatangi tamu.
Kepala Desa Duwet, Suparno mengaku dia dilapori warganya. Bahwa ada warga yang meninggal, Ayah ibu dan dua anaknya. Mereka ditemukan sudah membusuk mengeluarkan bau. Lalu Suparno pun lapor polisi.
Namun begitu, ia belum mengetahui penyebab kematian warganya tersebut. Jika melihat ada bekas bercak darah di dekat korban, kuat dugaan merupakan kasus pembunuhan, atau bisa jadi perampokan.
"Empat korban lokasinya berpencar semua, saya lihat dua di pintu dan dekat tempat tidur. Yang dua tidak tahu saya tidak masuk kedalam lagi," ujarnya.
Oleh Polisi empat jasad korban langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk diautopsi. Juga dipasang garis polisi di TKP.
Olah TKP selesai sekira pukul 00.00 WIB, Kapolres Sukoharjo, AKBP Bambang belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut, dengan alasan masih dalam penyidikan.
"Ya kita berdo'a bersama-sama semoga (pelaku) dapat segera ditemukan. Saat ini masih dilakukan identifikasi," ujarnya.
Sementara itu seorang pedagang angkringan, Agung, terakhir bertemu korban pada Rabu malam, 19 Agustus 2020. Saat itu, Suranto hendak membeli makanan. Namun sudah habis, sehingga dia pulang. Seorang rekan Agung, penjual mi ayam, mengaku sempat melihat ada orang celingak celinguk di depan rumah. Namun dia tak memperhatikan, karena rumah korban memang kerap didatangi orang yang hendak merental mobil.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Tragis! Seorang Ibu di Bone Tewas Dianiaya Anak Kandung
-
Oknum TNI AU Tikam Pria di Makassar Hingga Tewas
-
Emosi Ditantang Duel, Pemilik Kontrakan di Bone Tikam Tamu Penyewa Hingga Tewas
-
Diplomat Indonesia Zetro Purba Tewas Ditembak OTK di Peru
-
Pelaku Pembunuhan Sadis di Selayar Dinyatakan Alami Gangguan Jiwa, Polisi Serahkan ke Dinsos