Redaksi
Redaksi

Minggu, 16 Agustus 2020 14:06

Menparekraf Wishnutama melintasi disinfektan chamber yang nantinya jadi prosedur bagi tenaga medis dan gugus tugas pencegahan Covid-19 yang menginap di hotel. Dok. Kemenparekraf
Menparekraf Wishnutama melintasi disinfektan chamber yang nantinya jadi prosedur bagi tenaga medis dan gugus tugas pencegahan Covid-19 yang menginap di hotel. Dok. Kemenparekraf

Jangan Sampai Merugikan Tamu, Hotel Diharapkan Hati-Hati Pilih Bahan Desinfeksi

Kemenparekraf menjelaskan pedoman kesehatan untuk hotel sebagai kekuatan membangun minat publik. Supaya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tidak menjadi klaster baru.

BUKAMATA - Penggunaan dan penyemprotan cairan disinfektan kini menjadi salah satu cara yang dianggap efektif untuk mencegah penularan dan penyebaran virus corona.

Protokol kesehatan pencegahan Covid-19 bagi pelaku pariwisata, termasuk hotel dan restoran telah diterbitkan. Selanjutnya bukan cuma ihwal pemantauan dan kedisiplinan untuk mematuhi pedoman itu. Tetapi juga penyediaan peranti untuk protokol kesehatan itu.

Deputi Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Frans Teguh mencontohkan, salah satunya adalah proses desinfeksi.

"Cairan disinfektan jangan sampai merusak barang tamu. Itu aspek detail untuk manajemen hotel menata dan memastikan kualitas bahan harus ramah lingkungan," katanya saat seminar daring kampanye Indonesia Care atau I Do Care.Dilansir Tempo.co

Frans Teguh menjelaskan pedoman kesehatan untuk hotel sebagai kekuatan membangun minat publik. "Supaya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tidak menjadi klaster baru," ujarnya.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan, pola perjalanan atau traveling telah berubah. "Protokol tidak ada harga tawar lagi. Untuk destinasi paling penting pengawalan pemerintah daerah menerapkan protokol itu," ucapnya.

Menurut dia, situasi adaptasi kebiasaan baru adalah tantangan industri perhotelan. "Tahun ini berharap ada perbaikan di bulan Desember. Libur Lebaran diganti semua ke akhir tahun," katanya.

Ia menambahkan, harus ada tim yang mengontrol pedoman kesehatan tersebut. "Tantangan mau enggak mau dihadapi. Ini memang bukan kondisi ideal," tuturnya. Namun demikian, ia memandang industri perhotelan bisa kembali meraih pasar dengan cara kreatif mengolah produk dan pasar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif