Redaksi : Sabtu, 15 Agustus 2020 13:54
Mumtaz Rais

JAKARTA, BUKAMATA - Ahmad Mumtaz Rais akhirnya meminta maaf, terkait kasus insiden telepon di kabin pesawat. Politikus PAN itu meminta maaf ke maskapai Garuda juga ke Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango. Mumtaz mengaku khilaf atas perbuatannya.

"Atas nama pribadi, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan yang terjadi, menyusul peristiwa di kabin pesawat Garuda rute Gorontalo-Makassar-Jakarta. Saya mengaku khilaf dan telah melakukan tindakan yang tidak sepantasnya," ujar Mumtaz, Sabtu, (15/8/2020).

Menurut Mumtaz, saat itu dia sedang mengalami kelelahan dan terpancing emosi. "Namun tetap tindakan itu tidak dapat dibenarkan dan saya meminta maaf sebesar-besarnya," ungkap Mumtaz.

"Saya memohon maaf kepada Pak Nawawi Pomolango, Wakil Ketua KPK, karena tindakan saya yang tidak pantas. Kepada para awak kabin Garuda Indonesia serta pihak Garuda Indonesia. Kepada pihak-pihak yang dirugikan dan terganggu karena pemberitaan ini. Juga kepada seluruh masyarakat. Saya menyadari tindakan saya telah menjadi contoh yang tidak baik," tambahnya.

Mumtaz yakin sosok Nawawi memiliki hati yang besar, apalagi Nawawi dianggap sebagai senior. Setelah keributan, Mumtaz pun telah menghubungi Nawawi untuk menjalin komunikasi.

"Saya meyakini Pak Nawawi orang yang berhati besar, senior yang bisa saya ambil pelajaran dari beliau. Saya sebagai yang muda menghormati beliau," ucap Mumtaz.

"Sesungguhnya banyak yang belum tahu bahwa sudah melakukan komunikasi dengan Pak Nawawi, dan beliau seorang yang sangat teduh, serta welcome. Dan yang muda menyapa beliau duluan," imbuhnya.

Pimpinan KPK, Nawawi Pomolango sendiri mengklarifikasi anggapan urusannya dengan Mumtaz Rais telah selesai di pesawat. Nawawi mengatakan tidak ada acara 'maaf-memaafkan' dengan Mumtaz Rais di pesawat.

"Kalau ada yang saya merasa perlu sampaikan, mungkin lebih tertuju pada pernyataan 'beberapa pihak' bahwa seakan urusan 'telah selesai di atas pesawat' tapi saya kemudian meneruskan laporan ke pihak kepolisian Bandara Soetta. Karenanya, saya ingin mengklarifikasi pernyataan tersebut," kata Nawawi kepada wartawan, Sabtu (15/8/2020).