Redaksi
Redaksi

Jumat, 14 Agustus 2020 11:08

SS saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolda Jawa Barat.
SS saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolda Jawa Barat.

Amarah Sekretaris Pribadi yang Hamil, Bos yang Enggan Tanggung Jawab Dihabisi Pembunuh Bayaran

SS geram. Sekretaris pribadi itu dihamili bosnya. Namun sang bos enggan bertanggung jawab. Malah memberi Rp15 juta agar SS menggugurkan kandungannya. Yang membuat SS marah, si bos berencana menikahi pembantunya.

BEKASI, BUKAMATA - SS (37), membuka ponselnya. Ada sebuah kiriman video. Dari bosnya, Hsu Ming-Hu (52), pengusaha roti asal Taiwan. SS membuka video itu. Dia bergidik. Rupanya video mesum.

Dia menanyakan itu ke bosnya. Si bos lantas merayu SS. Keduanya pun akhirnya terlibat affair, hingga berhubungan layaknya suami istri beberapa kali. Paling sering di rumah si bos, di Cluster Carribean, Kota Deltamas Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

SS kemudian hamil. Saat itu, dia melaporkan kehamilannya kepada si bos. Namun, bos Hsu Ming-Hu memberinya uang Rp15 juta. SS diminta menggugurkan kandungannya.

Usai menggugurkan kandungannya, SS kemudian mengetahui bahwa si bos juga menjalin hubungan dengan pembantunya dan hendak menikahinya. SS sakit hati. Dia lalu menyewa pembunuh bayaran.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana dalam keterangan pers yang disiarkan secara daring, Rabu (12/8/2020) lalu mengatakan, pembunuhan diketahui setelah adanya laporan dari Kedubes China di Jakarta tentang hilangnya korban.

Seorang Staf Kedutaan Republik Of China bernama Daniel, meminta bantuan pencarian korban pada 27 Juli 2020. Saat itu, polisi melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi tentang adanya temuan jenazah di sungai di Kawasan Subang, Jawa Barat pada 26 Juli 2020.

Polisi dari Polda Metro Jaya kemudian berkoordinasi dengan Polres Subang, terkait temuan jenazah itu. Dari hasil autopsi jenazah tersebut, ada kecocokan sidik jari dengan korban yang saat itu dilaporkan hilang.

Polisi lalu melakukan pemeriksaan terkait penyebab kematian korban dengan memeriksa sejumlah saksi dan rekaman CCTV. Akhirnya diketahui bahwa korban dibunuh di rumahnya di Cluster Carribean, Kota Deltamas Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada 24 Juli lalu.

Penyelidikan polisi lalu sampai ke SS. Benar saja, SS mengakui perbuatannya. Dia meminta bantuan kepada tersangka FI, untuk menyewa orang yang mau membuat korban cacat hingga bersedia melakukan pembunuhan.

SS kemudian dihubungi rekannya, FI, yang memberitahukan bahwa ada orang yang bersedia membuat korban celaka bahkan membunuhnya, tetapi minta bayaran Rp150 juta.

SS menyetujui dan baru membayar Rp30 juta. Sebanyak Rp25 juta ditransfer dan Rp5 juta dibayar secara langsung kepada FI.

"Setelah itu FI menghubungi tersangka lain untuk melakukan pembunuhan," ujar Nana.

Polisi sudah membekuk SS, dan tiga orang lainnya yaitu FI (30), AF (31), dan SY (38). Satu lainnya, masih diburu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pembunuhan berlatar asmara #Jawa Barat #Bekasi