MAKASSAR, BUKAMATA - Mengenakan batik cokelat, tangan Muh Arif Bochari (50), bergetar saat menerima ijazah dari Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Drs. Hamdan Juhannis M.A, Ph.D, Selasa, 11 Agustus 2020.
Air bening membayang di kedua matanya. Putrinya, almarhumah A Musdalifa Arif (20), meraih nilai indeks prestasi kumulatif, 3,90. Itu sudah cumlaude.
Mahasiswi Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Alauddin Makassar itu, meninggal dalam kecelakaan tunggal Mei 2020 lalu. Saat itu, Musdalifa dalam perjalanan pulang dari menjenguk temannya di Bulukumba.
Turun dari panggung wisuda, tangis Arif Bochari makin tak terbendung. Tangisnya pecah kala turun dari panggung wisuda. Tamu yang hadir ikut meneteskan air matanya.
Arif Bochari bilang, sebelum meninggal, putrinya mengaku akan memberi tempat spesial kepada kedua orang tuanya pada hari wisudanya nanti. Di VIP. Dia juga mengaku akan melanjutkan S2-nya di Kediri.
Musdalifa juga sudah menyiapkan pakaian wisudanya. Salah seorang rekan Musdalifa, Dian Purnama Sari mengaku cukup dekat dengan almarhumah semasa hidupnya. Almarhumah dikenal sebagai mahasiswi yang aktif dan ceria selama proses belajar mengajar di kampus.
Almarhumah kata Dian, merupakan mahasiswi yang tekun dan akan selesai lebih cepat. Juga sangat serius mengurus skripsi hingga menyiapkan baju jelang hari wisudanya nanti.
BERITA TERKAIT
-
Dosen UIN Alauddin Ilham Hamid Bicara Soal Oleh-Oleh Isra Miraj
-
Mahasiswa Peternakan UIN Alauddin Makassar Tebar Kepedulian di Hari Pangan Internasional
-
Akademisi UIN: Fenomena Transfer Politisi Manuver Pribadi dan Strategi Partai, Bukan Transaksi
-
Dua Mahasiswa UIN Alauddin Makassar Magang di Sat Brimob Polda Sulsel, AKBP Nur Ichsan Siap Beri Dukungan
-
September Hitam UIN Makassar: Panggung Perlawanan, Menggugat Keadilan yang Hilang Lewat Diskusi dan Bedah Buku