Redaksi : Selasa, 11 Agustus 2020 12:58
Ilustrasi

PEKALONGAN, BUKAMATA - Pasangan kekasih yang masih di bawah umur ini, benar-benar sudah mempersiapkan diri untuk membunuh. Itu terungkap dalam reka ulang Senin, 10 Agustus 2020 kemarin.

Kedua tersangka sudah menyiapkan kabel untuk menjerat korban. Juga sudah menetapkan lokasi eksekusi. Bahkan tempat menyimpan jasad korban juga sudah disiapkan pasangan KN (17) dan kekasihnya S (16).

Pembunuhan terhadap Surya Maulana Putra (15), berlangsung 18 April 2020 lalu, di eks gedung dealer Daihatsu Pekalongan. Turut hadir Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota AKP Ahmad Sugeng, Kasi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kota Pekalonga, Albertus Roni Santoso, pengacara pelaku M Sholeh Supriyono. Karena pelaku masih berstatus anak, turut hadir perwakilan Bapas dan Dinas Sosial.

Berawal saat korban mendatangi para tersangka di seberang eks dealer Daihatsu Jalan Dr Sutomo Pekalongan. Tepatnya di depan sebuah toko komputer.

Setelah itu, korban dan para tersangka menyeberang menuju lokasi untuk bersantai ngobrol-ngobrol.

Ternyata KN sudah menyiapkan kabel yang sebelumnya diambil di lantai dua gedung tersebut. Setelah memarkir motor, ketiga orang tersebut menuju bekas warung bagian belakang gedung.

Di sana, mereka sempat mengobrol hampir satu jam. Bahkan secara bergantian, kedua pelaku menjamu korban dengan rokok dan minuman. KN juga sempat meminta foto berdua dengan korban, menggunakan HP korban yang dipegang pelaku S. Setelah difoto oleh S, Surya berdiri membetulkan celana. Tanpa diduga KN langsung menghantam bagian belakang kepala korban dengan batako. Korban yang merintih kesakitan dengan kepala penuh darah sempat meminta ampun.

Dari keterangan pelaku S, korban sempat meminta ampun agar jangan dipukul lagi. Namun dengan cepat, KN malah memiting leher Surya, menyeretnya ke dekat dinding bangunan di bawah jendela.

S kemudian menyerahkan kabel kawat ke pelaku KN. Kemudian melompat keluar jendela. Sambil melilit dua kali leher korban dengan kabel kawat. Posisi menjerat korban dilakukan hingga 15 menit, hingga korban lemas. Di lokasi tersembunyi, tubuh korban masih sempat diinjak pelaku, untuk memastikan benar-benar meninggal.

Setelah itu ditutup MMT bekas. Kedua pelaku mengambil motor dan HP korban, kemudian pulang.

Selama 5 hari kemudian, mayat Surya baru ditemukan warga. Mereka terganggu bau menyengat itu pada Jumat (23/4/2020) pagi.

Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota AKP Ahmad Sugeng mengatakan, ada 23 adegan yang diperagakan, sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
Orangtua korban, Faekoh dan Antariksa tak kuasa menahan tangis ketika mengikuti rekonstruksi dari luar pagar bekas dealer tersebut. Antariksa mempercayakan proses hukum kasus pembunuhan anaknya itu ke pihak berwajib. “Kalau bisa dihukum seberat-beratnya,” ujarnya.