BUKAMATA - Persaudaraan Alumni (PA) 212 menyebut berpikir 1.000 kali untuk mendukung Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto maju di Pilpres 2024.
Alasan berpikir 1.000 kali itu adalah PA 212 memiliki banyak catatan untuk Prabowo.
"Banyak catatan dalam kami dan kami butuh orang yang istiqomah, faktor usia pun harus dipertimbangkan," kata Ketua Umum PA 212 Slamet Ma'arif.
Ketika ditanyakan mengapa seribu kali berpikir sebelum mendukung Prabowo di 2024, Slamet menyinggung soal pergelaran Pilpres 2019.
Catatan itu termasuk bergabungnya Prabowo ke pemerintah Presiden Jokowi. "Termasuk gabung dengan pemerintah Jokowi," ucap Slamet.
Sementara itu, Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahamd menganggap pernyataan Slamet Ma'arif hanya sebuah pendapat.
Dia menyebutkan, jika Slamet Ma'arif ingin mengajukan calon lain, ia dipersilakan membuat partai sendiri.
"Pendapat itu boleh-boleh saja, tetapi kita Gerindra punya mekanisme sendiri dan mekanisme itu diatur sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai Gerindra," kata Slamet Ma'arif.
"Ya kalau Pak Slamet Ma'arif mengatakan Pak Prabowo sudah selesai mungkin berbeda pendapat dengan kader Partai Gerindra. Kami juga menghargai apabila kemudian Pak Slamet Ma'arif berpikir untuk membuat partai sendiri," tambahnya.
BERITA TERKAIT
-
Gus Kikin Baru Jadi Ketum PBNU, Langsung Serahkan KTA NU Seumur Hidup untuk Prabowo
-
Prabowo Siapkan Ambulans Udara dan Dokter Terbang, Warga Tak Boleh Lagi Tempuh 9 Jam ke Rumah Sakit
-
Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan
-
214,84 Ton Narkoba Dimusnahkan, Taruna Ikrar dan Presiden Prabowo Kirim Pesan Keras kepada Bandar
-
Dari Retno hingga Dino: Para Diplomat Senior Berkumpul di Istana atas Panggilan Prabowo