Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Seorang istri ABK curhat. Nasib suaminya yang kerja di sebuah kapal China tak jelas.
TEGAL, BUKAMATA - Ingrid Frederica (31) galau. Sudah beberapa bulan dia tak mendengar kabar dari suaminya. Sam Farid Fauzi (33). Sang suami kerja sebagai anak buah kapal (ABK) di sebuah kapal China. Fu Yuan Yu.
Seharusnya sang suami sudah di rumah. Sebab kontraknya dengan kapal berbendera Tiongkok itu sudah berakhir April 2020 lalu. Namun, pria asal Kabupaten Tegal, Jawa Tengah itu, tak kunjung pulang.
Khawatir atas nasib suaminya, Ingrid pun menuliskan surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo. Perempuan ini meminta agar pemerintah membantu melacak dan memulangkan suaminya yang bekerja di kapal ikan asal China yang kini tak ada kabarnya.
Surat terbuka itu ditulis Ingrid pada 30 Juli 2020 lalu. Berikut isi suratnya:
Yang terhormat Bapak Presiden Jokowi.
Saya istri Samfarid Fauzi (Tegal) ABK kapal China Fu Yuan Yu.
Pak, suami saya diberangkatkan PT Puncak Jaya Samudra (Pemalang) pada April 2018. Setelah 1 tahun bekerja, suami saya menyampaikan ingin pulang dikarenakan sudah tidak sanggup lagi.
Suami saya mengeluhkan mulai dari makanan yang tidak layak, obat-obatan yang tidak memadai, jam kerja yang panjang, bahkan bekerja tidak sesuai dengan PKL.
Pada PKL keterangan tugas suami menjaring, tapi pada real nya pagi menjaring malam harinya memancing. Sehingga waktu istirahat sangat minim.
Namun ternyata tidak diizinkan dan dengan berat hati suami saya melanjutkan pekerjaan hingga finish kontrak April 2020.
Seharusnya April ini suami saya sudah pulang pak, namun hingga surat ini saya tulis, saya tidak mengetahui keberadaan dan keadaan yang pasti tentang suami saya.
Yang saya tahu hanya suami saya dan teman-temannya dipindahkan ke kapal Han Rong pada bulan Juni 2020.
Kawan suami saya itu masuk rumah sakit di Srilanka, dari kawannya itu saya mengetahui banyak kru yang sakit bahkan meninggal.
Bahkan hari ini saya mendengar 2 orang jenazah dari kapal Han Rong 368 itu sudah dilarung, di Samudera Hindia.
Sejak bulan Mei 2020 saya sudah memohon bantuan kepada PWNI dan BNP2MI, bahkan menghubungi KBRI namun tidak ada hasil.
Saya bingung, khawatir, dan cemas akan nasib suami dan kawan-kawannya.
Besar harapan saya untuk Bapak Presiden dapat membantu mencari dan memulangkan suami saya dan kawan-kawannya.
Saya memohon dengan sangat uluran tangan Pak Presiden untuk membantu kami rakyat kecil ini.
Saya memohon agar Bapak Presiden mendengar jerit hati seorang isteri pelaut yang sangat khawatir dan cemas, dengan keberadaan dan keadaan Ayah dari anak saya ini.
Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih Bapak Presiden RI.
Hormat saya,
Ingrid Frederica.
Ingrid sempat mendapat cerita dari suaminya, yang mengalami perlakuan tidak manusiawi selama bekerja. Selain jam kerja yang panjang dan tidak sesuai kontrak kerja, makanan yang diberi tidak layak serta tidak ada obat-obatan yang memadai.
Suaminya pernah menyampaikan sudah tidak sanggup lagi bekerja dan ingin pulang tapi tidak diizinkan. Dengan berat hati, sang suami melanjutkan sampai selesai kontrak April 2020.
"Seharusnya April suami saya sudah pulang. Namun hingga surat ini ditulis saya tidak tahu keberadaan dan keadaannya," kata ibu satu anak ini.
Kecemasan Ingrid bertambah. Dia mendapat informasi dari salah seorang rekan kerja suaminya sesama ABK, bahwa suaminya dipindahkan ke kapal Han Rong pada Juni 2020. Dari rekan suaminya tersebut, Ingrid juga mendapat informasi, banyak ABK di kapal itu yang sakit dan bahkan meninggal.
"Bahkan hari ini saya mendengar dua orang jenazah dari kapal Han Rong 368 itu sudah dilarung di Samudera Hindia. Sejak Mei 2020 saya sudah memohon bantuan kepada PWNI dan BNP2MI bahkan menghubungi KBRI namun tiada hasil. Saya bingung dan cemas akan nasib suami saya dan kawan-kawannya," ungkap Ingrid.
Di samping perlakuan tidak manusiawi, gaji suaminya juga dipotong. Uang bayaran sebesar USD300 dipotong berbagai jaminan dan selalu telat dibayarkan. Terakhir kali, suaminya menerima gaji Maret yang baru dibayarkan pada Juni.
"Gaji molor tidak jelas. Awalnya bilangnya tiga bulan sekali terima gaji, namun ternyata molor bahkan sampai delapan bulan," ungkapnya.
Saat ini, Ingrid hanya ingin suaminya pulang dengan selamat. Anak semata wayangnya, Kenzi (6) sangat merindukan sang ayah.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33