Redaksi : Senin, 03 Agustus 2020 10:03
Kokain yang ditemukan dari atas pesawat Cessna.

PAPUA NUGINI, BUKAMATA - Minggu, 26 Juli 2020. Pesawat ringan model Cessna itu terbang dari Bandara Mareeba di Queensland, Australia. Tujuannya ke Indonesia.

Beberapa jam kemudian, antara pukul 13.00 dan 14.30 waktu setempat, burung besi itu mencoba lepas landas dari landasan pacu terpencil di Papa Lea Lea.

Namun seperti dilansir dari Sky News Sabtu (1/8/2020), pesawat itu kemudian jatuh beberapa saat kemudian dalam insiden di utara ibu kota Papua Nugini, Port Moresby.

Diduga karena kelebihan berat, akibat paket kokain seberat 500 Kg yang ditemukan di pesawat. Nilainya sekitar USD80 juta atau sekitar Rp1 triliun.

Kokain itu kini disita polisi. Dalam pernyataan polisi, tak ada orang di sana.

“Sindikat yang begitu serakah berperan besar dalam jatuhnya pesawat,” jelas Kepolisian Federal Australia (AFP) dalam rilis mereka.

Petugas bergerak cepat dengan menangkap lima orang yang diduga mempunyai koneksi dengan sindikat kejahatan di Melbourne.

Mereka semua mendapat berbagai dakwaan, termasuk ada kaitannya dengan narkoba setelah penyitaan kokain senilai Rp1 triliun tersebut.

AFP menerangkan, pesawat itu terbang dari Mareeba ke Papua Nugini dengan ketinggian hanya 3.000 kaki untuk menghindari deteksi.

“Penerbangan ini berbahaya bagi pesawat maupun mereka yang menaikinya. Apalagi dilakukan secara ilegal dan tanpa izin,” jelas polisi.

Adapun si pilot, yang dilaporkan berkewarganegaraan Australia, menyerahkan dirinya pada 28 Juli, dan menerima dakwaan soal imigrasi.