Redaksi : Senin, 27 Juli 2020 18:29
Korban saat ditemukan tewas (kiri). Pelaku usai menenggak racun (kanan).

BANYUASIN, BUKAMATA – Usai menghabisi istrinya, Yuti Kontesa (30) dan anak ketiganya, Rajata Baikal, ternyata Rendy Arista (34), sempat bunuh diri. Itu diungkap Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP Ginanjar, Senin, 27 Juli 2020.

Pembunuhan dilakukan Rendy pada dini hari, pukul 01.00 WIB. Saat itu, istri dan anaknya tertidur pulas di rumah mereka di Desa Tajamulya, Philips IV, Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Rendy menghabisi kedua korban dengan menghantamkan tabung gas ke kepala istri dan anaknya. Kedua korban tewas bersimbah darah.

Setelah istri dan anaknya tewas, Rendy berupaya gantung diri di belakang rumah. Namun upaya itu gagal karena talinya terputus.

Menurut Ginanjar, pertama kali Rendy gantung diri di belakang rumah menggunakan kain tapi kainnya putus. Setelah itu dia gantung diri lagi di dapur dekat kulkas lalu talinya kembali putus.

"Akhirnya dia membatalkan untuk gantung diri dan meminta tolong dengan tetangganya,” kata Ginanjar, Senin (27/7/2020).

Setelah tetangganya datang ke rumah dan mendapati anak istrinya meninggal, Rendy lalu mengeluarkan mobil dan menuju ke kawasan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Di sana, ia menenggak racun. Namun, lagi-lagi upaya bunuh diri itu gagal karena diketahui oleh warga.

“Di tengah jalan, pelaku ini meminum racun. Warga langsung menolongnya dan menghubungi polsek. Dari Polsek konfirmasi ke kita mengenai ciri-ciri pelaku ini dan ternyata memang benar,” ujar Ginanjar.

Saat ini, Rendy telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Banyuasin untuk menjalani perawatan.

Setelah mendapat perawatan, pelaku baru akan diperiksa petugas.

“Kondisinya sekarang kritis. Namun, dari informasi sementara pelaku ini membunuh anak dan istrinya karena depresi akibat tidak bekerja. Pelaku ini juga mau bunuh diri usai membunuh istri dan anak ketiganya tersebut,” pungkasnya.