MAKASSAR, BUKAMATA - Sekitar 50 orang yang terhimpun dalam Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan (AMPP), mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar di Jalan Anggrek Raya, Paropo, Kecamatan Panakkukang, Kamis (16/7/2020).
Kedatangan mereka untuk menolak Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020. Karena sejak dimulainya program PPDB secara online, hingga saat ini masih juga mengalami kerusakan, baik dari aplikasinya maupun terkait jaringan pada PPDB Online, yang sangat merugikan dan merepotkan bagi para orang tua calon siswa.
Maka dari itu, Ado (Koordinator Aksi) menyebutkan, program PPDB 2020 kali ini, terindikasi banyak kekurangan, kecurangan, dan manipulasi di dalamnya. Itu alasannya, mereka menolak PPBD 2020 secara online.
"Kami merasa banyak kejanggalan dalam program itu. Terlalu menyusahkan dan membingungkan bagi para orang tua, yang ingin mendaftarkan anaknya ke sekolah yang ia mau," katanya.
Ia juga menambahkan, amburadulnya pengelolaan dan ketidakmampuan dari panitia dan Plt kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar dalam mengemban tugas sebagai penyelenggaran PPDB Online Tahun ini.
Dalam aksi damai itu, Ado berharap kepada Dinas Pendidikan, agar meniadakan PPDB 2020 di Kota Makassar. Pasalnya, PPDB 2020 dengan cara online mempunyai banyak kriteria. Salah satunya, penetapan jalur zonasi, dan sangat menyulitkan masyarakat untuk mengakses situs link tersebut.
BERITA TERKAIT
-
Demo Mahasiswa di Makassar Ricuh, Pos Polisi Alauddin–Pettarani Dibakar
-
Ribuan Mahasiswa Makassar Demo Kawal Putusan MK dan Duduki Kantor DPRD Sulsel
-
Polisi Turunkan Ribuan Personel Amankan Demo di Depan Gedung DPR/MPR Hari Ini
-
Save Rocky Gerung, Aliansi Ummat Islam Turun ke Jalan di Makassar
-
PPDB Online Disambut Antusias, Disdik Sulsel Pastikan Keamanan Data Calon Peserta Didik