Ibnu Kasir Amahoru
Ibnu Kasir Amahoru

Sabtu, 04 Juli 2020 18:01

Rapid Test Diminta Tak Dijadikan Syarat Mutlak Masuk PTN

Rapid Test Diminta Tak Dijadikan Syarat Mutlak Masuk PTN

Biaya rapid test tidak boleh dibebankan sebagai persyaratan untuk dunia pendidikan, terlebih Pemerintah telah menganggarkan dana percepatan penanganan virus Covid-19.

BUKAMATA - Rapid test diminta untuk tidak dijadikan persyaratan mutlak bagi peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020 di Jawa Timur, khususnya di Surabaya.

“Karena ada kekhususan, Jawa Timur khususnya Surabaya Raya (Surabaya, Gresik dan Sidoarjo) dalam berada episentrum dalam tingkat virus corona tinggi sekali, tentu itu bisa dilakukan atas nama kesehatan, tapi tidak boleh sebuah persyaratan proses dalam dunia pendidikan,” kata Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait, Sabtu (4/7/2020).

Untuk itu, lanjut Arist Merdeka Sirait, hendaknya biaya rapid test tidak boleh dibebankan sebagai persyaratan untuk dunia pendidikan, terlebih Pemerintah telah menganggarkan dana percepatan penanganan virus Covid-19.

“Itu kewajiban negara menjamin kesehatan masyarakat, dengan memberikan fasilitas secara gratis dan objektif dalam sebuah pendekatan kesehatan bukan sebuah persyaratan masuk perguruan tinggi atau melanjutkan sekolah yang lain,” ujarnya.

Penerapan biaya gratis rapid test tersebut, kata Arist diberlakukan sama pada peserta UTBK SBMPTN tahun 2020, baik melalui jalur bidik misi maupun mandiri.

“Jangan ada diskriminasi, Karena semua merasakan dampak krisis ekonomi atas pandemi covid nine teen ini. Jadi semua harus mendapat hak yang sama,” bebernya dilansir RMOL.

Diketahui, kewajiban rapid test bagi peserta UTBK SBMPTN 2020 termuat dalam Surat Wali Kota Surabaya Nomor 4.21.4/5853/436.8.4/2020 kepada empat Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Surabaya, yakni Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN). 

Mulai hari ini sampai Rabu (8/7) depan, Pemkot Surabaya telah membuka layanan rapid test gratis bagi peserta UTBK SBMPTN.

Rapid test gratis tersebut dapat dilakukan di seluruh puskesmas se Surabaya, dengan persyaratan foto copy KTP Surabaya, foto copy UTBK, foto copy Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) dan masuk dalam data Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

 

#Rapid test

Berita Populer