Redaksi : Selasa, 30 Juni 2020 11:11
Priska Paramita Adnan

GOWA, BUKAMATA - Priska Paramitha Adnan, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Gowa, mengikuti rembug stunting via teleconference.

Priska meminta agar orangtua memperbaiki pola asuh anak, demi menurunkan angka stunting di Kabupaten Gowa.

Menurutnya, orangtua memiliki peran penting dalam proses tumbuh kembang anak. Sistem pola asuh anak juga sangat memperngaruhi terjadinya stunting pada anak. 

Meningkatnya jumlah anak stunting dalam suatu daerah, tambah Priska, dikarenakan tidak adanya pedoman pasti pola asuh dalam membesarkan anak.

Salah satunya di Kabupaten Gowa, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018, angka stunting di wilayah ini mencapai 44, 5 persen. Sehingga daerah ini berada di urutan keempat tertinggi stunting di Provinsi Sulawesi Selatan.

Priska menyebutkan, kebanyakan ibu yang membesarkan anaknya berpedoman kepada orangtua terdahulu, tentang bagaimana cara membesarkan anaknya sehingga banyak orang tua berbeda-beda dalam pola membesarkan anak.

"Permasalahan stunting ini sendiri ketika kami turun di desa-desa, banyak yang terjadi karena kurangnya pengetahuan tentang apa yang harus dilakukan agar anak tidak stunting. Makanya yang kami dorong adalah, memberikan edukasi terkait pola asuh anak yang benar," ujarnya via Teleconference, Senin (29/6/2020) kemarin.

Seperti halnya dalam proses pemberian asupan, khususnya air susu. Menurutnya, masih banyak masyarakat atau ibu yang lebih memilih susu formula dibandingkan memberi Air Susu Ibu (ASI) kepada anaknya.

Padahal ASI kata dia, menjadi sumber gizi yang baik bagi anak, khususnya di 1000 hari pertama kehidupan anak.

"Ternyata bagi orang-orang banyak juga yang masih berpendapat kalau susu formula adalah yang paling bagus untuk bayi. Sehingga, banyak salah kaprah mengenai bagaimana caranya membesarkan anaknya," ungkap Priska.

Salah satu yang harus dilakukan saat ini kata Priska, memberi pengetahuan kepada para orangtua tentang cara membesarkan anak yang baik. Sehingga ini akan mengurangi potensi terjadinya stunting di Kabupaten Gowa.

"Banyak juga ibu-ibu yang memberikan MP asi atau makanan tambahan pendamping ASI itu baru umur 4 bulan sudah diberikan makanan tambahan. Padahal pencernaannya dari bayi itu sendiri tentu belum siap untuk menerima makanan tambahan. Ini juga yang kami edukasikan ke orangtua," jelas Priska.

Tak hanya itu, orangtua juga diberikan pemahaman agar membiasakan anak sejak dini mengkonsumsi sayuran dan kebiasaan hidup sehat.

"Kalau kita hidup sehat, otomatis sistem imun kita Juga baik dan otomatis kita akan terhindar dari segala macam bentuk penyakit termasuk stunting," tegas Priska Adnan.