Redaksi
Redaksi

Sabtu, 27 Juni 2020 07:42

AS (kiri), dukun cabul saat diamankan Polresta Depok.
AS (kiri), dukun cabul saat diamankan Polresta Depok.

Ritual Mandi Kembang, Tiap Malam Jumat Dukun Cabul Raba-raba Wanita

Seorang dukun cabul dilapor pasiennya. Itu setelah melecehkan 4 pasiennya yang rata-rata masih keluarganya.

JAKARTA, BUKAMATA - Mengenakan baju tahanan biru, AS (49) dihadirkan Polresta Depok. Di depan polisi, dia mengakui perbuatannya, menjamah area terlarang wanita lewat ritual mandi kembang.

Dia bilang, ritual mandi kembang rutin dilakukan setiap malam Jumat. Dia mengaku mewarisi ilmu turun temurun dari orang tuanya, bisa memberi penglaris kepada wanita lewat ritual mandi kembang.

Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Wadi Saabani mengatakan, ada 4 korban perempuan yang dicabuli dan pelaku masih memiliki hubungan keluarga.

"Korban dan pelaku itu semuanya masih ada ikatan keluarga, jadi ini sebetulnya ritual kebiasaan di keluarga itu, tiap malam Jumat," kata Kompol Wadi dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (27/6/2020).

Salah satu korbannya kata Wadi, adalah biduan dangdut. Dia lantas tak terima dicabuli pelaku. Lalu melaporkan ke Polresta Depok.

Kapolresta Depok Kombes Azis Andriansyah mengatakan, ritual tersebut sudah dilakukan tersangka sejak 1,5 tahun. Tersangka mengaku mendapatkan ilmu secara turun temurun untuk memandikan air kembang.

"Pengakuan dari Februari 2019, pengakuannya ya. Tapi dia mengaku dapat ilmu dari orang tua, turun-temurun, bisa jadi peristiwa sebelumnya ada," jelasnya.

Kasus ini terkuak ketika salah satu korban komplain. Korban merasa dilecehkan oleh pelaku.

"Namun berikutnya ada komplain salah satu korban bahwa telah dijamah dicabuli, dan bahkan ritual itu sia-sia dan tidak membawa dampak atau efek pada korban itu, kemudian melaporkan pada kepolisian," sambungnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Dukun Cabul