THAILAND, BUKAMATA - Selasa malam, 16 Juni 2020. Hujan deras mengguyur
Distrik Lak Si, Bangkok, Thailand. Warga melihat seorang gadis 29 tahun tergesa-gesa keluar dari rumahnya. Dia membawa tas. Tas itu tampak penuh noda darah.
Warga lantas bergegas masuk ke dalam rumah. Di situ mereka menemukan seorang pria berusia 58 tahun, tewas bersimbah darah.
Ada luka di wajahnya. Juga alat kelaminnya terpotong-potong. Warga lantas melapor ke polisi.
Mendapat laporan, Kantor polisi Tung Song Hong lantas bergerak ke TKP. Mereka melancarkan pencarian terhadap gadis 29 tahun yang merupakan putri korban.
Saksi mata mengatakan, almarhum baru saja pulang dari rumah sakit dan tak lama kemudian putrinya juga tiba di rumah. Tetangga malam itu, tidak bisa mendengar percakapan antara keduanya karena hujan deras.
Istri almarhum mengatakan kepada polisi, anak perempuan mereka menggunakan narkoba sejak usia sangat muda, yang membuatnya tidak stabil secara emosi.
Sementara, suaminya atau korban, mempunyai sifat pemarah dan sering bertengkar dengan anak perempuan tersebut.
Perempuan yang identitasnya tak diungkap untuk publik itu akhirnya ditangkap. Dilansir dari Asia One, Kamis (18/6/2020), pelaku akhirnya bisa ditangkap polisi, saat berjalan-jalan pukul 02.30 pagi waktu setempat di Bangkok, Rabu (17/6/2020).
Polisi juga menemukan pisau yang digunakan digunakan pelaku untuk melakukan pembunuhan.
Menurut keterangan polisi setempat, saat ditangkap, pelaku tidak terlalu sadar dan tak dapat berbicara.
Polisi lantas membiarkan pelaku beristirahat dan akan menginterogasinya lebih lanjut ketika dia sadar.
Dikutip dari The Sun, Jumat (19/6/2020), pelaku mengakui bisa tertidur pulas setelah membunuh sang ayah.
"Saya mau siapa saja yang melakukan bisnis prostitusi anak dihukum atas perbuataannya. Kalau saya menutupi fakta, maka saya sama saja, orang jahat," kata dia.
Sementara jenazah korban telah diambil oleh mantan istri sekaligus ibu si pelaku. Ketika mengambil jenazah korban, mantan istrinya mengungkap fakta baru.
"Mantan suami saya ini sering melakukan pelecehan seksual terhadap putri kami, saat dia berusia 10 tahun," kata dia.
Sejak mereka bercerai tiga tahun silam, pelaku diasuh oleh korban. Sang ibu menduga, selama itu pula korban turut mencabuli putri mereka.
Karena tak kuat menahan siksa dari sang ayah, si ibu menduga putrinya terjerumus menjadi pengguna narkoba.
"Putri saya adalah korban, bukan pelaku. Aku sangat tersiksa saat tahu suami saya melecehkan putri kami saat kecil. Anda bayangkan, bagaimana perasaan putri saya sebagai korban pelecehan," kata dia.
Tim dokter di Rumah Sakit Jiwa Srithanya menyatakan, perempuan tersebut sehat secara rohaniah untuk mengikuti proses hukum. Ini menjadi dasar polisi melanjutkan kasus tersebut ke meja hijau.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Tragis! Seorang Ibu di Bone Tewas Dianiaya Anak Kandung
-
Oknum TNI AU Tikam Pria di Makassar Hingga Tewas
-
Emosi Ditantang Duel, Pemilik Kontrakan di Bone Tikam Tamu Penyewa Hingga Tewas
-
Diplomat Indonesia Zetro Purba Tewas Ditembak OTK di Peru
-
Pelaku Pembunuhan Sadis di Selayar Dinyatakan Alami Gangguan Jiwa, Polisi Serahkan ke Dinsos