Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
IF dan R ditemukan tak bernyawa. Kedua bocah itu diduga dihabisi ayah tirinya, RA.
MEDAN, BUKAMATA - Minggu, 21 Juni 2020. Teriakan histeris seorang wanita, membuat warga berdatangan ke sebuah gang sekolah di Jl Brigjen Katamso, Medan.
Tampak seorang wanita paruh baya, Fahtulazanah (30) menangisi jasad dua bocah kakak beradik. Dua jasad itu ditemukan di dalam parit di sudut bangunan gedung sekolah Global Prima, Jalan Brigjen Katamso, Medan. Mereka adalah, IF (10) dan R (5).
Ada sejumlah luka di tubuh kedua bocah itu. Dari informasi yang berhasil dihimpun, IF ditemukan dalam posisi terlentang dan bagian wajahnya terdapat memar yang diduga akibat benturan benda keras.
IF ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB, sedangkan sang adiknya yakni R ditemukan pada pukul 10.00 WIB.
R sendiri ditemukan di dalam parit samping gedung sekolah Global Prima.
Ia ditemukan dengan posisi terlentang dan ditutup dengan triplek serta karton.
Penemuan kedua jasad korban membuat warga yang bermukim di kawasan sekolah Global Prima, Jalan Brigjen Katamso mendadak geger.
Usai penemuan jasad tersebut, petugas kepolisian Polsek Medan Kota dan Polrestabes Medan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kematian keduanya. Dicurigai seorang pria bertato sebagai pembunuhnya. Dia tak lain adalah RA, ayah tiri kedua bocah itu. RA kini masih buron.
Sebelumnya, Sabtu, 20 Juni 2020, sekitar pukul 14.00 WIB, kedua korban mendatangi tempat kerja ayahnya yang merupakan kuli bangunan di gedung sekolah itu. Kedua korban meminta uang jajan untuk membeli es krim.
Diduga, karena tak diindahkan, kedua korban terus menagih. RA lalu membawa keduanya ke arah samping gedung bangunan Global Prima.
Pada Minggu (21/6/2020) sekitar pukul 07.00 WIB, istri pelaku menanyakan keberadaan anaknya kepada RA melalui HP.
"Cari di Global Prima," jawab RA.
Fahtulazanah dan ibunya serta beberapa pihak keluarga lainnya mencari kedua korban di kawasan Global Prima dan menemukannya dalam keadaan tidak bernyawa.
Pasca ditemukannya kedua korban, informasi tersebut diteruskan kepada pihak kepolisian.
Terpisah, Kapolsek Medan Kota Kompol Rikki Ramadhan dikutip dari Tribunnews mengatakan, saat ini sedang dilakukan pulbaket dan didalami.
"Kami masih kerja di lapangan. Belum tahu. Nanti kalau sudah ada perkembangan kita sampaikan," ujarnya.
Setelah penemuan mayat kedua bocah tersebut, hingga kini ayah tiri korban belum ditemukan.
"Yang meninggal itu dua bocah, warga tahu tadi karena ibunya mencarinya pada pukul 08.00 WIB. Si ibu atau istri pelaku ini mendapat pesan via handphone bahwa kedua anak itu sudah dibunuh di areal sekolah, tempat dia bekerja sebagai buruh bangunan," kata S (57) Kepala lingkungan X Gang Merdeka.
S merupakan warga sekitar merasa sangat kecewa bahkan marah saat mendengar bahwa ada dugaan pembunuh dua anak di Jalan Brigjen Katamso Medan adalah ayah tiri kedua anak tersebut.
Dari penuturan warga sekitar di areal sekolah yang beralamat di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun,mayat kedua bocah tersebut ditemukan tadi pagi di sekolah swasta yang berada di lokasi tersebut, Minggu (21/6/2020).
Yang menjadi korban pembunuhan adalah dua bocah.
Dari penuturannya, pihak petugas hingga saat ini masih melakukan penyelidikan.
"Tadi kan petugas sudah datang. Ada Tim Inafis ya, soalnya kan lama juga dapat dua anak itu. Yang pertama dapatnya di sekitar lorong bangunan bawah sekitar pukul 09.00 WIB, dan anak yang kedua itu pada pukul 10.00 WIB," sambungnya.
Lebih jauh dituturkannya, setelah korban yang pertama ditemukan, istrinya menghubungi kembali suaminya, dimana anak yang satu lagi ditempatkan.
"Korban dapat satu sekitar pukul 09.00 WIB, lalu istrinya menelpon lagi, dia katakan di dalam parit yang berada sekitar lorong itu juga, dan jasad anak itu dapat sekitar 10.00 WIB," tambahnya.
Wargapun memadati lokasi kejadian akibat jeritan histeris ibu kedua bocah setelah menemukan anaknya sudah tidak bernyawa lagi.
"Ayah tiri anak itu baru tinggal sebulan. Dia itu sedang kerja bangunan, mungkin ya, belum dapat duit, kesal sama anak tirinya yang minta belikan es krim, lalu bunuh anaknya. Ini kan semua dugaan saja. Karena pihak petugas masih melakukan penyelidikan," sambungnya.
Dari informasi yang dihimpun, pembunuh tersebut memiliki ciri tubuhnya bertato.
"Kalau memang dia itu ya, dia itu bertato. Tapi yang paling kita sesalkan ya masa dia tega bunuh anaknya, sekalipun itu tiri. Dia harusnya bersyukur, ini malah dibunuh," sambungnya.
"Jasad kedua anak itu sudah dibawa ke RS Bhayangkara Medan," pungkasnya.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33