Redaksi
Redaksi

Kamis, 18 Juni 2020 07:55

Sanima, ibu tiri kejam dari Pinrang.
Sanima, ibu tiri kejam dari Pinrang.

Fakta-fakta Ibu Tiri Bunuh Balita di Pinrang

Prilaku kejam ibu tiri kembali terjadi di Pinrang. Motifnya cemburu kasih sayang suami berat sebelah.

PINRANG, BUKAMATA - Sanima (27) gelap mata. Dia menghabisi nyawa MT, gadis 4 tahun yang merupakan anak tirinya. Wanita asal Tiroang itu pun mendekam di jeruji besi.

Berikut fakta-fakta Sanima menghabisi nyawa anak tirinya:

Merasa Kasih Sayang Suaminya Berat Sebelah

Sanima dan Herman (34) menikah saat masing-masing berstatus janda dan duda. Sanima memiliki seorang anak, demikian pula Herman, memiliki putri berinisial MT.

Perlakuan Herman yang lebih sayang putrinya MT ketimbang anak dari Sanima, membuat wanita itu tergerak menganiaya korban hingga tewas, saat sang ayah tak di rumah.

"Ini kan duda sama janda ini ceritanya, sama-sama nikah. Mereka juga sama-sama punya anak. Jadi anaknya pelaku ini tidak diterima dengan baik oleh ayah korban," kata Kasat Reskrim Polres Pinrang AKP Dharma Negara, Rabu kemarin.

Sanima kata AKP Dharma, kesal lantaran suaminya tidak menghargai keberadaan anak pelaku. Kekesalan itulah yang akhirnya kerap dilampiaskan kepada MT, putri kandung suaminya.

"Jadi merasa ada beda perlakuan, jadi merasa kesal, jengkel," ujarnya.

Selain itu, kata Dharma, ayah kandung korban pernah meminta pelaku membawa anak pelaku ke mantan suaminya. Perlakuan itulah yang diduga membuat kekesalan pelaku memuncak dan akhirnya menusuk dada anak tirinya hingga lemas dan tewas saat suaminya tidak berada di rumah.

"Kan anak pelaku ini ada kelainan, terus suaminya ini disuruh kembalikan ke suami yang lama, supaya dioperasi lah. Mungkin di situ pelaku merasa, kenapa kok mentang-mentang anak saya ini ada kelainan, tidak diperhatikan," terang Dharma.

Korban Dianiaya Saat Ayah Tak di Rumah

Penganiayaan terjadi pada Selasa (16/6/2020). Saat itu, ayah korban, Herman, sedang tidak berada di rumah. Dia sedang menjalankan usaha jual beli mobil bekas. 

Pelaku pun leluasa melampiaskan rasa sakit hatinya. Buah hati suaminya itu pun tak berdaya.

Korban Ditusuk Pulpen dan Diinjak

Sanima ternyata tidak saja menghabisi nyawa anak tirinya MT dengan pulpen. MT yang masih usia 4 tahun juga beberapa kali diinjaknya.

"Korban ini juga diinjak," ujar Kasat Reskrim Polres Pinrang AKP Dharma Negara, Rabu (17/6/2020).

Menurut Dharma, Sanima diketahui beberapa kali menginjak dada MT. "Kalau yang ditusuk pulpen itu (juga) dada korban," kata Dharma.

Hasil observasi polisi menyebutkan korban menderita 23 luka di tubuhnya akibat aksi penganiayaan. Dharma mengatakan sebagian besar luka itu akibat benda tumpul.

"Itu luka lebam kebanyakan, bukan terbuka. Akibat benda tumpul, iya," katanya.

Korban Sempat Dibawa ke Bidan Tetangga

Saat korban MT lemas, Sanima sempat membawa korban ke tetangganya yag merupakan seorang bidan.

"Si korban ini kan lemas nih, akhirnya lihat lemas, dia bawa ke bidan. Si bidan bilang, 'oh tidak bisa ini, harus dibawa ke Puskesmas'," kata AKP Dharma.

"Pada saat dibawa ke Puskesmas, dalam perjalanan meninggal, di situlah si bidan menelepon ke bapak korban ini, bahwa anakmu ini sudah meninggal," imbuhnya.

Ayah korban langsung pulang usai menerima kabar kematian MT dari seorang tetangganya yang merupakan bidan.

"Pas sampai di rumah, ayahnya mendapati korban dengan beberapa luka di bagian tubuhnya," kata Dharma.

Pelaku Ditahan Polisi

Karena luka tersebut, ayah MT, yang bernama Herman, langsung melaporkan kejadian ini ke polisi. Pelaku Sanima pun diamankan polisi untuk keperluan pengembangan kasus.

"Selanjutnya, personel bersama tim medis melakukan pemeriksaan bagian tubuh korban dan terdapat beberapa luka, masing-masing luka lebam pada dada, luka gigitan pada dagu, luka lebam pada perut, serta luka lebam pada punggung," ujar Dharma.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Ibu bunuh anak #Pinrang