Aswad Syam
Aswad Syam

Rabu, 17 Juni 2020 09:25

Ilustrasi TKA
Ilustrasi TKA

"Proyek Pakai Produk Tiongkok, Bahasanya China," Alasan Gubernur Sultra Terima 500 TKA

Sebanyak 500 TKA asal China, akan melenggang kangkung masuk ke Sultra. Pemprov dan DPRD setempat sudah mengizinkan.

KENDARI, BUKAMATA - 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China, dulu sempat ditolak masuk ke wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra). Namun kini, mereka telah diterima.

Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi bilang, para TKA asal China itu, akan membangun smelter di PT VDNI Morosi, Kabupaten Konawe. Proyek itu menyerap ribuan pekerja lokal di daerah tersebut.

"Karena mereka menggunakan produk dari China, bahasanya China. Semua kita kan ndak bisa dan satu tenaga kerja asing itu di-backup lima sampai tujuh orang kita (pekerja lokal)," kata Ali Mazi di Kendari, mengutip dari Detik yang dilansir Antara, Selasa (16/6/2020).

Selain dapat menyerap ribuan pekerja lokal, Ali Mazi juga menyampaikan, kedatangan ratusan TKA tersebut juga dapat menekan angka pengangguran dan kemiskinan.

"Namanya juga investor, kita harus menjaga harmonisasi agar tenaga kerja (lokal) bisa bekerja, pengangguran, kemiskinan bisa berkurang dan ini suatu kesyukuran bagi kita, karena itu adalah perusahaan internasional. Mereka datang berinvestasi dan investasinya nggak tanggung-tanggung Rp42 triliun. Kita punya APBD aja cuma Rp4,2 triliun. Nah kita harus jaga kalau seperti itu," tambah Ali Mazi.

Para TKA tersebut lanjut Ali Mazi, telah diizinkan datang ke Sulawesi Tenggara karena mereka telah memenuhi persyaratan dan telah diizinkan oleh pemerintah pusat.

"Pemerintah daerah tidak boleh bertentangan dengan kebijakan dan keputusan pemerintah pusat, karena kita melaksanakan semua ketentuan undang-undang yang berlaku di negeri kita tercinta ini. Jadi, kita nggak usah berprasangka, kita positif saja. Berpikir mereka datang ini untuk membangun daerah ini, yang penting itu," tegas Ali Mazi.

Sementara itu, Ketua DPRD Sulawesi Tenggara (Sulra) Abdurrahman Saleh mengungkapkan pemerintah daerah tidak akan menghalangi lagi masuknya 500 TKA China untuk bekerja di salah satu perusahaan pertambangan PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) Morosi Kabupaten Konawe.

Namun TKA China yang masuk diminta benar-benar bersih dari COVID-19.

"Namun, perusahaan yang membawa TKA tersebut, sebaiknya terlebih dulu dievaluasi kepatutan perusahaannya, kontribusi perusahaan kepada daerah, termasuk peran perusahaan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar atau local wisdom," ujar Abdurrahman Saleh.

Abdurrahman Saleh menambahkan, DPRD dalam taraf bukan membolehkan atau tidak. Jika para TKA itu sudah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan sebagaimana surat DPRD kepada Presiden, yaitu regulasinya, kemudian pastikan visanya.

"Begitu tiba di daerah ini cek visanya, visa kunjungan atau tenaga kerja, itu bisa dicek langsung," kata pria yang akrab disapa ARS ini.

#TKA China #Kendari

Berita Populer