BUKAMATA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim memutuskan untuk membuka kembali kegiatan belajar dan mengajar secara tatap muka di wilayah yang berstatus zona hijau atau zona aman penyebaran virus corona (Covid-19).
Sementara sekolah yang berada di zona merah, zona kuning, dan oranye tetap dilarang untuk buka kembali. Sebab, tiga zona itu masih berpotensi besar terhadap penularan virus corona.
Nadiem lantas menyebut jumlah siswa di zona merah, kuning, oranye ada sebanyak 94 persen dan diminta untuk tetap belajar dari rumah.
"Jadinya untuk zona merah, kuning, oranye mempersentasikan 94 persen daripada peserta didik sekolah dini, dasar, dan menegah, yang tidak diperkenankan tatap muka, masih belajar dari rumah,” kata Senin (15/6/2020).
Sementara itu, sisinya sebanyak 6 persen siswa berada di zona hijau. Nadiem memastikan siswa yang berada di zona hijau diizinkan kembali berangkat ke sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus corona.
“Yang 6 persen di zona hijau itulah yang kami perbolehkan, Pemda untuk melakukan pembelajaran tatap muka tapi dengan protokol yang sangat ketat,” terang Nadiem dilansir Kumparan.
Nadiem pun meminta pemda dan dinas pendidikan di zona hijau untuk segera mempersiapkan pembukaan kembali sekolah.
“Pemda silakan ambil keputusan soal bersekolah secara tatap muka, sisanya 94 persen tidak diperkenankan karena mereka masih ada risiko penyebaran COVID-19,” pungkas Nadiem.
Tak hanya itu, Nadiem menegaskan tak ada perubahan jadwal tahun ajaran baru 2020/2021. Ia menyatakan kalender Tahun Ajaran 2020/2021 tetap dimulai pada bulan Juli.
"Jadwal itu enggak berubah, tapi metode belajarnya yang digelar baik daring atau tatap muka. Jadi kami tak mengubah kalender pelajaran," pungkasnya.
BERITA TERKAIT
-
Di Tengah Dukungan 12 Tokoh Antikorupsi, Praperadilan Nadiem Tetap Ditolak Hakim
-
Ini Tujuh Alasan Penetapan Tersangka Nadiem Makarim Tidak Sah
-
Nadiem Makarim Ditetapkan Tersangka Korupsi Pengadaan Laptop Sekolah untuk Daerah 3T
-
Besok, KPK Panggil Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim, Bahas Proyek Google Cloud
-
Nadiem Kaget Kasus Korupsi Laptop Rp 9,9 T Diusut, Kejagung Beri Penjelasan