Redaksi
Redaksi

Jumat, 12 Juni 2020 10:18

Nasrul (kiri) dan jasad ibu kandungnya (kanan). Sumber foto: Serambinews
Nasrul (kiri) dan jasad ibu kandungnya (kanan). Sumber foto: Serambinews

Usai Bunuh Ibu Kandungnya, Pria Ini Bersihkan Tangan Lalu Nongkrong di Warung

Seorang anak tega menghabisi nyawa ibu kandungnya. Bahkan merekayasa seolah-olah bukan dia pelakunya.

ACEH, BUKAMATA - Senin, 8 Juni 2020. Pagi itu Nasrul (35), datang ke rumah ibunya, Nek Fatimah (63), di Alur Bili Rayeuk, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.

Dia meminta uang Rp300 ribu kepada sang ibu. Namun korban menjawab tidak punya uang.

Kemudian Nasrul meminta uang lagi Rp20 ribu untuk membeli rokok, namun dijawab lagi oleh korban jika dirinya tidak punya uang.

Merasa kesal, Nasrul lantas mengambil sebilah pisau menarik rambut ibunya. Sebelum menghabisi nyawa ibunya, Nasrul sempat mengancam korban dengan pisau dapur.

Sebelum Nek Fatimah dihabisi secara sadis oleh anaknya sendiri, dia sempat merintih dan berucap pasrah sebelum digorok anak kandungnya.

Ketika itu, pelaku Nasrul merangkul leher ibunya yang tak berdaya di bawah ancaman sebilah pisau.

Sebelum pelaku menghabisi sang ibu yang sudah tua renta, Korban sempat mengucapkan kalimat terakhir pada anak durhaka tersebut.

Sang ibu tidak takut dan malah menantang pelaku.

"Gorok saja leher saya, biar saya dapat surga!", itulah ucapan terakhir korban dihadapan Nasrul sebelum ajal menjemput.

Mendengar ucapan ibunya, pelaku geram lalu menggorok leher ibunya.

Setelah menghabisi nyawa ibunya, Nasrul pergi dan nongkrong di sebuah warung kopi.

Sebelum ke warung kopi, Nasrul terlebih dahulu membersihkan tangannya yang berlumuran darah.

Ia kemudian nongkrong di warung kopi Kota Pantonlabu, Aceh Utara.

Usai nongkrong, pelaku kemudian kembali ke rumah. Dia pura-pura terkejut menemukan ibu kandungnya telah tewas bersimbah darah.

Seolah tak tahu peristiwa apa yang telah terjadi di rumah ibunya, Nasrul kemudian memberitahu tetangga dan saudaranya.

"Terakhir pelaku kembali ke TKP dan memberitahukan mak cik dan saudaranya Ibrahim, bila ibunya sudah meninggal dunia", kata Kasat Reskrim Polres Aceh Utara, AKP Rustam Nawawi.

Kasat Reskrim Polres Aceh Utara, AKP Rustam Nawawi mengungkapkan, sejak awal polisi telah mencurigai pelaku pembunuhan yakni keluarga dekat korban.

Pasalnya bagaimana pembunuhan sadis itu bisa terjadi sedangkan seluruh pintu rumah terkunci.

Benar saja, setelah ditelusuri ternyata pelaku pembunuhan tersebut adalah Nasrul, anak kandung Nek Fatimah sendiri.

“Pelaku telah mengakui perbuatannya, dia sudah kita tahan, kini kita lengkapi berkas-berkas penyidikannya,” pungkas AKP Rustam (8/6/2020).

Menurut Rustam, pisau dapur yang digunakan untuk membunuh ibunya sudah dipersiapkan.

Pelaku juga masuk ke rumah korban dengan cara menerobos dinding rumah yang terbuat dari karung padi.

Rustam menyebut, pelaku menggorok leher korban dengan sekali sayatan.

Kemudian pelaku membalikkan tubuh korban untuk merekayasa peristiwa itu.

Rustam menyebut, pelaku menggorok leher korban dengan sekali sayatan.

Kemudian pelaku membalikkan tubuh korban untuk merekayasa peristiwa itu.

"Pelaku sengaja merekayasa semua, dari dari posisi tubuh korban hingga mengunci pintu", jelasnya.

AKP Rustam menerangkan jika pelaku sempat membuat alibi seolah-olah bukan dia yang melakukan pembunuhan.

Pelaku pura-pura sedih dan menangis setelah membunuh ibunya, dia keluar rumah dan mengunci pintu.

Bahkan sempat minum kopi di salah satu warung.

Setelah itu, pelaku pulang ke rumah dan menyampaikan pada tetangga bahwa ibunya ditemukan dalam kondisi tewas.

Jenazah Nek Fatimah diantar ke tempat peristirahatan terakhir pada Senin (8/6/2020) sekira pukul 18.00 WIB.

Korban dikebumikan di kuburan umum di desa kelahirannya, Teupin Bayu Kecamatan Tanah Jambo Aye.

Namun saat dikebumikan, anaknya Nasrul yang merupakan buruh bangunan, tak ikut ke pemakaman.

"Saya tak melihat Nasrul (anak korban), saat ibunya dikebumikan. Sedangkan anaknya yang lain bersama keluarganya hadir saat dikebumikan" ujar seorang warga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pembunuhan #Anak Bunuh Ibu