ACEH, BUKAMATA - NS (35), bingung. Ibu mertuanya yang tinggal serumah dengannya meminta uang setiap hari. Gajinya yang hanya buruh bangunan, kesulitan memenuhi permintaan ibu mertua.
Akhirnya Senin, 8 Juni 2020, sekira pukul 07.00 WIB, pria asal Aceh Utara itu, mendatangi ibu kandungnya, Fatimah (65). Dia meminta uang kepada sang ibu yang hanya tinggal sendirian itu.
"Ibu tak punya uang nak, di mana ibu ambil uang," kata sang ibu yang terdaftar penerima PKH dan kerap mengemis ini.
Kalut, NS mengambil pisau dapur. Dia lalu menikam leher ibunya. Wanita itu oun tersungkur bersimbah darah di rumahnya di Desa Gampong Meunasah Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh, Senin (8/6) pukul 07.00 WIB.
Usai menghabisi nyawa ibunya, pelaku berpura-pura melaporkan kematian ibunya. Korban meninggal dengan kondisi telungkup berlumuran darah di samping pintu rumahnya.
Kapolsek Tanah Jambo Aye, AKP Zulfitri, mengatakan, usai mengetahui peristiwa tersebut pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Dari hasil olah TKP dilakukan tim Inafis Polres Aceh Utara, tewasnya korban diduga akibat benda tajam yang menyerang leher korban.
“Di rumahnya korban tinggal sendirian, di TKP petugas menemukan satu pisau dapur yang diduga digunakan untuk mengeksekusi korban oleh pelaku. Korban adalah warga miskin yang tercatat sebagai penerima PKH, semasa hidupnya korban kerap mengemis di kawasan kota Panton Labu,” kaya Zulfitri dalam keterangannya, Selasa (9/6/2020).
Usai melakukan penyelidikan, diketahui ternyata pelaku pembunuhan tak lain ialah anak kandung korban.
Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sarjito, mengatakan, saat ini tersangka yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan itu sudah diamankan di Polres Aceh Utara.
BERITA TERKAIT
-
Tragis! Seorang Ibu di Bone Tewas Dianiaya Anak Kandung
-
Oknum TNI AU Tikam Pria di Makassar Hingga Tewas
-
Emosi Ditantang Duel, Pemilik Kontrakan di Bone Tikam Tamu Penyewa Hingga Tewas
-
Diplomat Indonesia Zetro Purba Tewas Ditembak OTK di Peru
-
Pelaku Pembunuhan Sadis di Selayar Dinyatakan Alami Gangguan Jiwa, Polisi Serahkan ke Dinsos