LUWU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu akan melakukan kajian ekologi pasca banjir bandang di empat kecamatan wilayah Luwu.
Bupati Luwu, H Basmin Mattayang menuturkan, Pemkab Luwu telah mengutus salah seorang putra Luwu yakni Bachrianto Bahtiar untuk melakukan kajian ilmiah pasca banjir bandang di Kabupaten Luwu, sebagai dasar bagi Pemkab Luwu untuk mengambil tindakan penangananan banjir yang tepat
"Pak Bachrianto Bahtiar ini, seorang mantan Dosen Unhas, tentu ilmu yang dimiliki sangat mendukung melakukan kajian pasca banjir Luwu," kata Basmin Mattayang, Sabtu(6/62020).
Menurutnya, Pemkab Luwu bekerja sama dengan Unhas melakukan kajian ilmiah pasca banjir. Untuk itu, Bachrianto akan melakukan kajian ilmiah dengan melibatkan akademisi Unhas.
Terpisah, Bachrianto Bahtiar, Mantan Dosen Unhas Fakultas Kelautan dan Perikanan Unhas ini membenarkan terkait dirinya dilibatkan langsung melakukan kajian ilmiah pasca banjir bandang Luwu
"Iya, Pak Bupati menandatangani MOU dengan Unhas tahun lalu, ditidaklanjut dengan permintaan Bupati untuk Unhas melakukan kajian komprehensif tentangg banjir yang rutin terjadi setiap musim hujan," kata Bachrianto Bahtiar saat dikonfirmasi, Minggu (7/7/2020).
"Saat ini tim dari CoT Unhas sudah satu bulan di lapangan melakukan pengambilan data, kajiannya akan berlangsung selama 4 bulan," sambungnya.
Untuk diketahui, Bachrianto Bahtiar memiliki kemampuan untuk mendukung kajian ilmiah penanganan pasca banjir Luwu. Apalagi ia seorang akademisi yang memiliki hubungan dengan sejumlah akademisi lainnya baik regional maupun nasional sehingga layak ditunjuk oleh Pemkab Luwu mendukung kajian ilmiah terkait pengambilan keputusan yang tepat pasca banjir bandang.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Bantuan Keuangan Pemprov Sulsel untuk Ruas Jalan Prioritas di Luwu Rampung 100 Persen
-
Relawan Salurkan Bantuan Mendesak untuk 430 Jiwa Terdampak Pascabencana di Aceh Timur
-
Update Bencana Sumatera, 1.135 Meninggal Dunia, 173 Orang Masih Dinyatakan Hilang
-
Hamka B Kady Pastikan Penanganan Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera Jadi Prioritas Nasional
-
Rob Terjang Kepulauan Seribu, Empat RT Terdampak