Hujan dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Sejumlah Kendaraan di Jalan Tupai Makassar
01 Februari 2026 14:50
Gubernur Sulawesi Selatan mengaku bersyukur karena kurva angka reproduksi (Rt) di Sulsel cenderung menurun.
BUKAMATA - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Abdullah, mengaku bersyukur sudah bisa Salat Jumat berjamaah di masjid.
Hal tersebut diungkap Nurdin Abdullah usia Salat Jumat berjamaah, di Masjid Al-Markaz, Jumat (5/6/2020).
“Saya hari ini sangat bersyukur aktivitas beribadah sudah dimulai. Sebagai umat Islam, umat yang beragama, tidak ada yang terjadi tanpa kehendak Allah. Oleh karena itu, dengan aktif kembali melakukan ibadah di masjid, tentu doa kita mudah-mudahan diijabah oleh Allah SWT supaya bisa mengangkat virus ini dari muka bumi Indonesia bahkan dunia,” kata Nurdin Abdullah.
Diketahui, pelaksanaan salat jumat perdana ini berlangsung cukup berbeda. Para pengurus Al Markaz menerapkan protokol kesehatan.
Setiap jemaah yang hendak mengikuti salat Jumat diwajibkan menggunakan masker, termasul pemeriksaan suhu tubuh di setiap pintu masuk.
Tidak hanya itu, shaf yang tersedia juga dibatasi dengan penanda. Masing-masing jamaah diberikan jarak satu meter sebagai bentuk penerapan physical distancing.
Selain itu, Nurdin Abdullah juga menyampaikan rasa syukur karena kurva angka reproduksi (Rt) di Sulsel cenderung menurun.
“Sekali lagi saya hari ini bisa kembali ikut Salat Jumat berjamaah di Masjid Al-Markaz ini. Insyaallah kurva kita sudah mulai menurun, curva kita terus melandai dan kami sangat bersyukur,” ujarnya.
Menurutnya, selama Bulan Suci Ramadan dilewati tanpa salat tarawih berjamaah di masjid. Dirinya mengaku sangat bersedih karena menjalankan ibadah puasa dengan serba terbatas dan mengikuti protokol kesehatan.
“Masuk di Bulan Suci Ramadhan kemarin kita tentu sangat bersedih sekali, tidak bisa melakukan Salat tarawih bersama-sama. Saya kira ini bukan suatu hal yang mudah, tetapi ini betul-betul bencana nasional non alam, yang tentu kita harus menyelamatkan jiwa kita semua dari Covid-19 ini, yang kita ketahui virus ini cukup berbahaya,” urainya.
Ia menjelaskan, kenapa Covid-19 ini dianggap berbahaya, karena vaksinnya belum ditemukan. Untuk ini, masyarakat diminta untuk menjalankan aktivitas kita dengan melindungi diri.
“Saya kira anjuran pemerintah sesuai protokoler WHO menggunakan masker, karena masker ini penting. Karena penularan melalui mulut, hidung dan mata. Sumbernya dari droplet orang bersin dan batuk. Nah kalau kita tidak melindungi diri, itu paling mudah terjangkit,” pungkasnya.
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
31 Januari 2026 21:37
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 14:50