Redaksi : Rabu, 03 Juni 2020 08:19
Jasad Mareko terkapar di kebun karet.

TAPSEL, BUKAMATA - Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Roman Smaradhana Elhaj dalam keterangannya melalui Kapolsek Batangtoru AKP Abdi Abdullah membeber kronologinya.

Hari itu, Senin, 1 Juni 2020. Jarum jam menunjuk ke angka pukul 11.00 WIB. Saat itu korban bersama rekannya Marinus Bulolo pergi ke warung milik Rianto Laia, di Lingkungan V, Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur. Tujuannya untuk mengisi pulsa.

Dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra X-125 warna hitam tanpa nomor polisi, keduanya pun berangkat ke warung Rianto.

Sesampainya di warung, korban langsung mengisi pulsa. Setelah itu korban bersama dengan rekannya duduk-duduk di warung tersebut.

Tak lama kemudian, seorang pria bernama Ama Niska Bulolo datang bersama istri dan seorang anak perempuannya, lalu duduk di warung tersebut.

Berselang beberapa menit, Mareko kemudian pergi ke kebun yang berada di belakang warung. Mengaku ke rekannya karena hendak buang air kecil. Sesaat kemudian, Ama Niska Bulolo menyusul Mareko ke kebun tersebut.

Sekitar 10 menit kemudian, Ama Niska Bulolo kembali ke warung lalu langsung mengajak istri beserta dengan anaknya pergi.

Namun, karena Mareko tak kunjung kembali, rekan-rekanya kemudian merasa curiga. Marinus Bulolo, Marianus Laia dan Rianto kemudian mencari Mareko ke belakang warung. Di sana, Mareko sudah terkapar bersimbah darah dan tak bergerak lagi.

Selanjutnya, ketiga orang tersebut mendatangi rumah Amarata di Desa Simataniari, Kecamatan Angkola Sangkunur, dan memberitahukan kejadian tersebut. Amarata lalu menghubungi pihak Polsek Batangtoru meneruskan laporan tersebut.

Polisi segera bergerak ke lokasi dan menemukan Mareko Gea sudah tewas di sana.

Dari TKP, petugas mengamankan barang bukti berupa sepasang sepatu Taiyoko warna putih milik korban, sepasang sendal merk Swallow warna putih diduga milik pelaku, sepotong baju kaos lengan pendek warna biru putih merk Reason, sepotong celana panjang keeper warna cokelat, sepotong baju dalam warna cokelat merk Walk-In serta sebuah tas sandang warna hitam merk Eiger berisikan sebilah pisau kecil berserta sarungnya.

Selain itu, polisi juga mengamankan sebuah charger handphone merk Nokia warna hitam, uang tunai Rp133.000, plastik warna hitam berisi daun sirih, buah pinang, tembakau serta gambir.

“Hingga saat ini pelaku masih dalam pencarian. Untuk korban sendiri sudah dibawa Puskesmas Angkola Sangkunur untuk di visum dan selanjutnya diserahkan kepada keluarga korban,” sebut Abdi.

Polisi kemudian meminta keterangan Marinus Buulolo (37), Marianus Laia (24), dan Rianto Laia (21), warga Lingkungan V, Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, Tapanuli Selatan, sebagai saksi.

“Diduga motif pembunuhan dikarenakan pelaku merasa dendam terhadap korban karena mempengaruhi istri pelaku untuk melarikan diri,” papar Abdi dikutip dari Metro24jam.