MAKASSAR, BUKAMATA - Kisah hidup Dg Matti yang telah berusia 85 tahun begitu menyedihkan. Di masa tuanya, bukan ketenangan yang dirasakan. Namun tekanan dan perlakuan tak wajar dari anak dan cucunya.
Rumah semi permanen berukuran 4x7 meter yang telah lapuk itu, terpaksa ia tinggalkan dan menumpang di rumah tetangga yang masih ada hubungan keluarga dengannya.
Saat ditemui, Dg Matti bertutur sambil meneteskan air mata. Dia membeber perlakuan anak dan cucunya yang tidak mengenakkan hatinya.
Baca Juga :
"Sukaka namarahi anakku dan cucuku. Kadang mintaki uang dan bilangka tidak ada, nabentakka atau nadorongka," ucapnya.
Murni, tetangga yang berbelas kasihan memberikan tempat tinggal kepada Dg Matti, karena merasa iba dengan kondisi yang dialami nenek tersebut.
"Sedihka lihatki kondisinya Nenek Matti. Tidak dapatki Bantuan Sosial. Kadang tidak makanki, baru selalu ditekan sama anak dan cucunya. Makanya Minggu lalu saya ajakki tinggal di rumahku," ungkapnya.
Ketua LAW2 Community Suryadi Yamin yang sempat berbincang dengan Dg Matti. Dia mengatakan, inilah kondisi rill beberapa lansia yang hidup susah di sisa umurnya.
"Perlu ada perhatian dan kebijakan yang berpihak kepada lansia, seperti jaminan sosial dan kesehatan serta jaminan hari tua agar mereka dapat hidup layak dan mandiri tidak menjadi beban keluarga dan orang lain," pungkasnya.
Sedekah Kombes untuk Dg Matti diserahkan Ketua Makassar Suci, Almalik Musafir Kelana bersama Aahabat Kombes Amiruddin Massiga di rumah yang ditumpangi Dg Matti, di Jalan Sultan Abdullah I RT 01 RW 01 Kelurahan Buloa Kecamatan Tallo Kota Makassar.