MAKASSAR - Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Prof Yusran Jusuf turut mengomentari penemuan bendera merah putih bergambar palu arit di area kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.
Menurutnya, yang paling penting dilakukan adalah memastikan apa motif dibalik penemuan tersebut. Ia pun mengaku akan mencari tahu masalah tersebut ke pihak internal kampus.
"Itu bahaya. Tapi mau dipastikan dulu apa motif dibalik itu. Saya kira yang paling penting adalah mengetahui persoalannya. Terkait hal itu, nanti tunggu responnya kampus. Nanti saya cari info ke WR III Unhas," kata Yusran.
Meskipun demikian, katanya, penemuan logo yang identik dengan lambang Partai Komunis Indonesia itu tak mempengaruhi stabilitas keamanan di Kota Makassar. Dimana situasi keamanan tetap stabil dan kondusif.
"Keamanan di Makassar sangat kondusif. Tidak ada hal-hal yang terlalu mendasar. Selama Covid-19 ini satu hal yang sangat disyukuri, aspek keamanan sangat baik," tambahnya.
Disinggung adanya dugaan radikalisme dibalik penemuan tersebut, Yusran mengaku belum berpikir ke arah itu.
"Kalau mahasiswa itu kan harus kritis. Jadi saya belum melihatnya sejauh itu. Ada pemikiran-pemikiran di kampus itu kan hal biasa," demikian Yusran.
Diketahui, bendera merah putih dengan logo palu arit itu pertama kali ditemukan oleh security kampus Unhas pada 11 April lalu. Tepatnya dilantai dua sebuah bangunan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unhas.
Terkait pengusutan pelaku pemasangan bendera tersebut, pihak Unhas menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.
BERITA TERKAIT
-
Hadiri Dies Natalis ke-74 FH Unhas, Appi Tekankan Kekuatan Jejaring Alumni Bangun Masa Depan Generasi
-
Mahasiswa Vokasi Unhas Raih Bronze Medal di PENA 2 2026 Lewat Inovasi Telur Asin Pandan
-
Peluncuran Buku “Geology of Sulawesi Region”, Dorong Penguatan Mitigasi Bencana di Sulsel
-
Unhas Kini Miliki UKM Protokoler
-
Pemkab Luwu Timur Gandeng PPKP LPPM Unhas Gelar Pembekalan Kepala Perangkat Daerah