Dari Pesisir untuk Masa Depan, Mahasiswa KKN Unhas Bangun Budaya Literasi di Desa Pitue
Program ini menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Desa Pitue.
PANGKEP, BUKAMATANEWS — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin berupaya menumbuhkan budaya membaca di kawasan pesisir melalui program "Penyuluhan Gemar Membaca untuk Masyarakat Pesisir" di Desa Pitue, Kabupaten Pangkep, yang berlangsung pada 14–23 Juli 2026.

Rangkaian kegiatan diawali di Dusun Sabange pada 14 Juli 2026 melalui penyuluhan literasi yang diikuti ibu-ibu dan anak-anak. Mahasiswa KKN menghadirkan Ketua Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Pangkep, Muhammad Nur Rahmadhani, sebagai narasumber dengan materi "Pentingnya Literasi bagi Masyarakat Pesisir".
Dalam pemaparannya, Muhammad Nur menegaskan bahwa kemampuan membaca menjadi fondasi utama untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta membuka peluang bagi masyarakat pesisir agar mampu bersaing di tengah perkembangan zaman.
"Literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi untuk mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari. Semakin tinggi budaya literasi, semakin besar peluang masyarakat untuk berkembang," kata Muhammad Nur.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para ibu aktif berdiskusi mengenai kebiasaan membaca anak di rumah, sementara anak-anak mengikuti sesi penyuluhan dengan penuh semangat.
Kegiatan kemudian berlanjut di TK Mandiri Pitue pada 22 Juli 2026 melalui sesi mendongeng yang dikemas secara interaktif. Mahasiswa KKN membawakan cerita edukatif berjudul "Tujuh Sahabat Bijak Desa Pitue" yang mengangkat nilai kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, kejujuran, tanggung jawab, dan semangat belajar.
Usai mendengarkan dongeng, anak-anak mengikuti kegiatan mewarnai bersama yang bertujuan melatih kreativitas sekaligus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga mampu menumbuhkan ketertarikan mereka terhadap kegiatan membaca.
Rangkaian program ditutup di TPA Aisyah Pitue pada 23 Juli 2026. Kegiatan diawali dengan penyuluhan singkat mengenai pentingnya membaca dari perspektif pendidikan dan agama, kemudian dilanjutkan dengan membaca bersama menggunakan buku-buku yang telah disiapkan.
Suasana semakin semarak melalui berbagai permainan edukatif yang dirancang untuk melatih kemampuan membaca, memahami isi bacaan, serta meningkatkan kepercayaan diri anak-anak dalam belajar.
Penanggung jawab program, Zabrina Zasbila Putri Utami, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya sederhana yang diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan membaca di lingkungan masyarakat pesisir.
"Kami ingin menghadirkan kegiatan literasi yang menyenangkan sehingga anak-anak tidak menganggap membaca sebagai beban. Harapannya, budaya membaca dapat tumbuh mulai dari rumah, sekolah, hingga tempat belajar keagamaan dan menjadi kebiasaan yang terus berlanjut," ujarnya.
Menurut Zabrina, keberhasilan membangun budaya literasi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, terutama keluarga sebagai lingkungan belajar pertama bagi anak.
"Program ini menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Desa Pitue. Kami berharap kolaborasi antara masyarakat, sekolah, dan pemerintah dapat terus diperkuat agar semangat literasi tidak berhenti setelah program KKN selesai," tuturnya.
Melalui program tersebut, diharapkan budaya membaca dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat pesisir sehingga mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan dan bermuara pada peningkatan kualitas hidup.
News Feed
Berita Populer
30 Juli 2026 09:36
30 Juli 2026 11:05
30 Juli 2026 10:23
30 Juli 2026 11:27
30 Juli 2026 09:41
