Redaksi : Senin, 25 Mei 2020 08:16
Jenderal Soleimani

BUKAMATA -- Kantor Berita Fars, membongkar motif Amerika Serikat membunuh Qassem Jenderal Soleimani dengan cara brutal. Komandan Quds itu dihabisi dengan cara dirudal.

Ternyata jenderal tersohor di Iran itu, dihabisi karena berencana merebut Kota Suci Yerusalem dari tangan Israel.

Rahasia besar ini terkuak setelah Kantor Berita Fars menyiarkan video tentang aktivitas terakhir Jenderal Soleimani sebelum tewas dirudal militer Amerika.

"Ini adalah bagaimana martir Haji Qassem Soleimani secara pribadi mengawasi dan ingin mengirimkan senjata ke Palestina," tertulis di video itu.

Dalam video itu pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei juga mengungkapkan hal yang sama. Dia mengatakan Jenderal Soleimani berusaha mempersenjatai pasukan Palestina untuk melakukan perlawanan terhadap Israel.

"Amerika berencana untuk membuat Palestina tetap rentan sehingga mereka tidak berani berbicara tentang perjuangan. Martir Soleimani telah membantu Palestina dan membuat mereka mampu berdiri melawan entitas Zionis terlepas dari semua tuduhan mereka," kata Ayatollah Khamenei.

Sementara itu, anggota Komite Sentral Komite Perlawanan Rakyat di Palestina, Ali al-Shishnieh mengatakan, almarhum Soleimani sedang mempersiapkan, mengatur, dan berkoordinasi dengan faksi-faksi perlawanan untuk memulai tahap pembebasan Yerusalem.

Shishnieh bilang, Soleimani menyiapkan pasukan besar para pemimpin dan pejuang untuk memulai pertempuran melawan Israel.

Namun setelah kematian Soleimani, rencana merebut kembali Yerusalem tertunda. "Perlawanan telah dipengaruhi oleh hilangnya seorang pemimpin senior yang memiliki sejarah panjang dalam memasok perlawanan dengan peralatan dan senjata. Kami akan terus memproduksi, mengatur dan mempersiapkan untuk tahap pembebasan berikutnya," kata Ali al-Shishnieh.