BUKAMATA - Dua anggota tim medis gugus tugas COVID-19 ditembak kelompok kriminal bersenjata (KBB) di Kabupaten Intan Jaya, Papua. Keduanya adalah Heniko Somau dan Alemanek Bagau.
Saat itu, korban Heniko Somau mengantar obat-obatan COVID-19. Dia lalu mengingatkan warga Distrik Wandai untuk menjauh dari KKB dan segera meninggalkan kegiatan jual-beli di area pasar untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan
Mendengar itu, KKB langsung mengejar Heniko Somau di area pasar Kampung Mbugulo, Distrik Wandai. Korban yang mengetahui dikejar KBB langsung berlari ke rumah korban Alemanek Bagau.
Setibanya di rumah korban Alemanek Bagau, KKB langsung melepaskan beberapa tembakan ke arah korban Heniko Somau hingga korban terjatuh.
Korban Alemanek Bagau yang hendak melakukan pertolongan juga mendapatkan penganiayaan dan ditembak oleh KKB.
Setelah beraksi dan melihat kedua korban tidak berdaya, kelompok tersebut langsung meninggalkan lokasi kejadian menuju Kampung Jae, Distrik Wandai.
Selang beberapa jam kemudian, masyarakat Kampung Mbugulo mengevakuasi kedua korban menuju Distrik Homeyo melalui jalur Trans Papua.
Akibat penembakan itu, Alemanek Bagau mengalami luka tembak pada bagian kaki dan tangan. Sementara korban yang meninggal, Heniko Somou alias Koni, mengalami luka tembak pada bagian kaki kiri dan kanan.
Personel Polres Intan Jaya mendapat Informasi dari salah satu tenaga medis yang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten Intan Jaya tentang penembakan itu pada pukul 16.30 WIT.
Korban Heniko Somau dinyatakan meninggal dunia, sedangkan Alemanek Bagau dalam kondisi kritis dan dirawat di Pastoral Wandai.
"Pascakejadian, hari ini Kapolres Intan Jaya AKBP Yuli Karre Pongbala bersama dengan anggotanya Polres dan personil TNI menuju ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban ke Kabupaten Nabire dengan menggunakan pesawat Smart Air," kata
Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa.
Kamal menjelaskan pada pukul 10.20 Wit, korban kritis bernama Alemanek Bagau tiba di Kabupaten Nabire menggunakan pesawat dari Bandar Udara Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.
Korban lalu dievakuasi ke RSUD Nabire menggunakan ambulans Satgas COVID-19 guna mendapatkan pertolongan medis.
"Saat ini korban Alemanek Bagau telah mendapatkan perawatan medis di RSUD Nabire dan korban yang meninggal dunia sementara masih menunggu kesepakatan pihak keluarga untuk dimakamkan di Sugapa Kabupaten Intan Jaya," ujarnya.
BERITA TERKAIT
-
Evakuasi Jenazah Joni Hendra Berjalan Lancar, Satgas Damai Cartenz Siap Tindak Tegas Pelaku Penembakan
-
Prabowo Minta Gibran Selesaikan Masalah Hak Asasi dan Percepat Pembangunan di Papua
-
Danlantamal VI Sambut Kepulangan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 432/WSJ di Dermaga Lantamal VI Makassar
-
Ratusan Prajurit TNI AD Dikirim ke Papua untuk Jaga Perbatasan
-
Satpam SMA di Sleman Jadi Tersangka Pemasok Senjata KKB