LAMPUNG, BUKAMATA - P (25) tak tenang. Hatinya sangat perih. Perkataan nenek mertuanya yang berusia 65 tahun, begitu menusuk. Dia dibilangi miskin dan tak berguna, usai di PHK karena pandemi Covid-19.
Keduanya sempat cekcok di rumah mereka, di Tiyuh Setia Agung, Kecamatan Gunung Terang, Tulang Bawang Barat, Lampung, sebelum pelaku nekat menikam dada korban dengan pisau.
Usai membunuh korban, pelaku melarikan diri lewat pintu belakang. Dia bersembunyi di perkebunan warga. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas, namun sayang nyawanya tak tertolong.
“Pelaku berhasil kami tangkap kurang dari 24 jam pada Selasa, 19 Mei 2020, sekitar pukul 23.00 WIB,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tulang Bawang Barat Iptu Andri Gustami, Kamis (21/5/2020) malam.
Pelaku terpaksa ditembak pada kedua kakinya, karena melawan saat ditangkap.
Andri mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan sementara, ada 3 hal yang menjadi latar belakang pembunuhan.
Pertama yakni konflik internal rumah tangga yang berkepanjangan.
Kemudian, pelaku sering dihina dengan sebutan orang miskin.
Kemudian, kejadian ini terjadi seusai pelaku kembali ke rumah dari perantauan, lantaran kena PHK.
“Pelaku dengan korban sering cekcok mulut setelah pelaku pulang kampung akibat pandemi Covid-19,” kata Andri.
Saat ini pelaku telah ditahan di Mapolres Tulang Bawang Barat. Dia dijerat Pasal 340 KUHP dan Pasal 351 ayat 3 KUHP.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Tragis! Seorang Ibu di Bone Tewas Dianiaya Anak Kandung
-
Oknum TNI AU Tikam Pria di Makassar Hingga Tewas
-
Emosi Ditantang Duel, Pemilik Kontrakan di Bone Tikam Tamu Penyewa Hingga Tewas
-
Diplomat Indonesia Zetro Purba Tewas Ditembak OTK di Peru
-
Pelaku Pembunuhan Sadis di Selayar Dinyatakan Alami Gangguan Jiwa, Polisi Serahkan ke Dinsos