MAKASSAR, BUKAMATA - Sudah beberapa kali Ibu Salmia (49) dan anaknya pindah kontrakan. Terakhir ia menumpang di rumah sederhana milik warga, di sebuah lorong buntu di Jalan Buru Kota Makassar.
Sepuluh tahun lalu, ia berpisah dengan suaminya. Untuk menafkahi kelima anaknya ia bekerja sebagai tukang cuci.
"Pekerjaan apapun saya kerjakan pak, yang penting halal dan bisa menghidupi kami sekeluarga," ungkapnya.
Ruqayyah (60), salah seorang warga yang berdekatan rumah dengan Salmia, mengatakan, hingga saat ini keluarga Salmia tak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah.
"Saya juga heran, setiap ada penyaluran bantuan dari pemerintah, dia luput dari bantuan padahal dia punya KK yang beralamat di sini," keluhnya.
Sementara itu Ketua LAW2 Community, Suryadi Yamin mengatakan, mestinya pendata dari dinas jeli dalam melakukan pendataan dan menentukan penerima bantuan.
"Karena jumlah bantuan terbatas, mestinya pemerintah memprioritaskan penerima yang betul-betul membutuhkan," uarnya.
Paket Sedekah Ramadhan Kombes diserahkan oleh Ketua Makassar Suci, Almalik Musafir Kelana di rumah yang keluarga Salmia tumpangi, di Jalan Buru RT 03 RW 07 Kelurahan Melayu, Kecamatan Wajo, Kota Makassar.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Semalaman Bocah Ini Tunggu Ayah di Dekat Motor, Ternyata Ayah Tewas Terseret Banjir
-
Peringati Milad Ke-2, Kombes Edukasi Warga Makassar Kembangkan Usaha di Tengah Pandemi Covid-19
-
Hati Nenek Penjaja Keliling Ini Perih, Nasi Bungkusnya Dibawa Lari Pelanggan
-
Pemilik Kos Ganti Gembok, Pemulung, Istri dan Bayinya Tidur di Gerobak
-
Kisah Waria Makassar Kembali Jadi Pria, Lalu Lamar Gadis Cantik