MERAUKE, BUKAMATA – Minggu, 10 Mei 2020. Sebuah panggilan telepon masuk ke ponsel Bu Sudarmiati. Dari kerabatnya yang mengabarkan kapalnya tenggelam. Lengkap dengan posisi kapal itu.
Sudarmiati bergegas melapor ke pos Satpolairud Polres Merauke, lantas diteruskan ke kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke. Sayang, nomor korban sudah tidak bisa di hubungi lagi.
Pada 11 Mei 2020, ketika waktu mendekati subuh, salah satu kapal nelayan yang ikut mencari berhasil menemukan keberadaan kapal nahas tersebut. Upaya untuk menyelamatkan badan kapal yang terbalik terus dilakukan. Salah satunya dengan cara mengikat kedua badan kapal menjadi satu, Namun hal inilah yang membuat kedua kapal itu malah semakin menjauh dari daratan, akibat terbawa arus surut. Mereka masih berupaya menyelamatkan kapal yang terbalik dan berharap kapal dapat dibawa ke tepi pantai.
Baca Juga :
Setelah berkoordinasi dengan tim SAR gabungan, maka mereka memutuskan untuk meninggalkan badan kapal terbalik tadi, karena yang menjadi prioritas pertolongan adalah jiwa manusianya.
Titik temu keempatnya saat dievakuasi bergeser sejauh kurang lebih 2,12 mil dari lokasi awal kejadian kecelakaan, ke arah barat daya atau tepatnya di koordinat 0831’5,14’’ S – 14018’53,27’’ T. Ini akibat terseret arus surut.
Sedangkan proses evakuasi berlangsung pukul 10.45 WIT. Apresiasi yang setinggi-tingginya diberikan kepada seluruh unsur potensi SAR yang terlibat dalam operasi SAR kali ini seperti dari Satpolairud, Lantamal XI, keluarga korban serta internal Basarnas sendiri.
“Tidak bosan-bosannya kami mengingatkan kepada seluruh nelayan agar lebih berhati-hati lagi, selalu memperhatikan kelengkapan peralatan keselamatan yang diperlukan saat berlayar,” ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Raymond Konstantin, S.E.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, telah terjadi kecelakaan terbaliknya sebuah kapal jenis semang di muara sungai Maro, mengakibatkan empat orang ABK menjadi korban yakni Abdul Salam (nakhoda), dan tiga ABK, Sapar, Sakir, dan Luki.
Dengan ditemukannya seluruh korban yang dalam kondisi selamat, maka pada pukul 11.50 WIT, keempatnya langsung diserahkan kepada pihak keluarga dan operasi SAR dinyatakan ditutup.
Penulis : CAW