Soal Temuan Daging Babi Mirip Daging Sapi di Bandung, Pemerintah Diminta Menyisir Seluruh Wilayah Indonesia
Pengungkapan 63 ton daging babi yang dijual seolah-olah daging sapi di Bandung, membuat geram Andi Akmal Pasluddin. Legislator PKS itu menilai, bukan tidak mungkin, ini terjadi di beberapa wilayah Indonesia.
JAKARTA, BUKAMATA -- Anggota Komisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasluddin mengapresiasi pihak kepolisian Bandung, yang telah mengungkap beredarnya daging babi menyerupai daging sapi di pasar. Daging sapi palsu yang sebenarnya daging babi ini kata Akmal, sudah beredar selama satu tahun. Ini mesti menjadi perhatian keras pihak pemerintah, bahwa aksi model seperti ini boleh jadi telah menyebar ke wilayah-wilayah Indonesia.
"Saya sangat menyayangkan model manipulasi produk pangan seperti ini. Selain melakukan penipuan, prilaku manipulasi daging babi menjadi daging sapi ini akan mencederai ideologi umat Islam. Inilah fungsi satgas pangan yang telah dibentuk, selain mencegah kartel, juga mencegah penipuan model begini," tegas Akmal.
Legislator asal dapil Sulawesi Selatan II ini mengatakan, memang saat ini daging sapi sedang langka. Awal tahun 2020 ini, kebutuhan impor daging sapi mencapai 300.000 ton untuk memenuhi permintaan daging nasional. Namun kondisi wabah seperti ini, masyarakat dapat memahami untuk tidak memaksakan konsumsi daging sapi dan mengubahnya ke konsumsi daging ayam.
Dengan kondisi daging ayam yang rusak harganya, akan ada solusi untuk masyarakat akan kebutuhan daging dan pelaku usaha ayam yang membaik harganya.
Namun kondisi kekurangan daging yang dimanfaatkan oleh segelintir pihak lanjut Akmal, mesti ditindaklanjuti secara serius, untuk menyisir pasar-pasar di seluruh Indonesia agar tidak ada kejadian yang sama.
"Pelaku penipuan daging sapi palsu yang berasal dari daging babi, biasanya didistribusi ke pasar-pasar tradisional. Selain masyarakat mesti waspada dengan apa yang akan dibeli, campur tangan pemerintah untuk bergerak ke seluruh wilayah Indonesia mesti dilakukan. Apalagi ini menjelang moment Idulfitri, pasti kebutuhan daging meningkat," ucap Akmal.
Seiring dengan kejadian daging babi mirip daging sapi, politisi PKS ini meminta kepada Kementan untuk segera merealisasi pemenuhan daging sapi dari dalam negeri. Menurut Akmal, 300 ribu ton daging sapi ini setara dengan 1,3 juta sampai dengan 1,7 juta ekor sapi. Ini merupakan pekerjaan rumah kementan, yang dari dulu hingga sekarang tidak kunjung selesai. Padahal negara kita memiliki kemampuan sumber daya alam yang memadai.
"Saya minta pemerintah serius mengurusi pangan rakyat ini. Serius berpikir memenuhi kebutuhan yang sumbernya dari dalam negeri, bukan cari yang mudah dengan membuka kran impor. Mengurusi negara kita ini, jangan juga seperti mengurusi perusahaan. Karena prilaku impor pangan ini hanya menguntungkan segelintir oknum, dan merusak hajat hidup sebagian rakyat Indonesia," tutup Andi Akmal.
Sebelumnya, aparat Polresta Bandung, membekuk empat orang pemasok daging babi yang dipalsukan jadi daging sapi. Dua pengepul dan dua lainnya pengecer. Mereka memberi boraks pada daging babi itu, sehingga warnanya mirip daging sapi. Mereka lalu menawarkan ke konsumen dengan menyebut itu sebagai daging sapi.
News Feed
Kenapa Malam Nisfu Syaban Dianggap Istimewa? Ini Penjelasannya
02 Februari 2026 09:43
GAPEMBI Sulsel Mantapkan Langkah, Siap Dilantik dan Kawal Program Makan Bergizi Gratis
02 Februari 2026 09:34
Berita Populer
02 Februari 2026 09:34
02 Februari 2026 09:43
Wali Kota Makassar Pererat Kebersamaan Alumni se-Kota Makassar di Bazar Road To Reuni Angkatan 93
02 Februari 2026 09:19
02 Februari 2026 09:56
