Redaksi : Selasa, 12 Mei 2020 10:56
Kombes Pol Widjonarko, Kapolresta Bekasi

BEKASI, BUKAMATA - Andriyanto (60), dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolres Metro Bekasi. Memakai baju oranye, Andriyanto mengakui membunuh tetangganya dengan linggis.

Sukimin (67), meninggal di tempat. Istrinya, Suwati (59), kritis di RSUD Bekasi.

Andriyanto mengaku membunuh karena sakit hati. Putrinya berinisial DW, telah diperkosa oleh putra korban. Pasutri itu kata Andriyanto, turut terlibat.

"Ya karena ada kaitannya dengan bapaknya juga, kaitannya pokoknya istrinya juga apalagi yang deket jadi saya udah sakit hati intinya lah," jelas dia dikutip dari Tribunnews.

Andriyanto mengklaim, pemerkosaan yang dilakukan putra korban, bukan hanya terjadi pada satu orang putrinya saja. Ada satu putrinya yang lain berinisial IN, yang pernah dicabuli putra korban.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Wijonarko, mengatakan, pihaknya sejauh ini akan melakukan pengembangan atas motif kasus pembunuhan itu.

Akan didalami pula apakah anak korban dan tersangka sempat menjalani asmara.

Namun yang pasti kata dia, anak korban dan tersangka masing-masing sudah berkeluarga.

Kasus pembunuhan itu terjadi di rumah kontrakan di Kampung Rawabebek, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Minggu (10/5/2020). Sekira pukul 21.00 WIB.

Tersangka masuk secara diam-diam ke rumah korban. Awalnya ia mematikan listrik rumah kontrakan. Dalam gelap, dia menyerang pasangan suami istri itu dengan menggunakan linggis. Sukimin tewas di tempat. Suwati, kritis dan dilarikan ke RSUD Kota Bekasi.