Ulfa : Senin, 11 Mei 2020 20:03
FOTO/IST.

BANTAENG - Polisi terus melakukan penyelidikan terkait kasus kematian Rosmini (18), yang dibunuh keluarganya di Kabupaten Bantaeng.

Kepala Urusan (Paur) Humas Polres Bantaeng, Aipda Sandri Ershi mengatakan, para pelaku sudah menjalani pemeriksaan kejiwaan oleh psikiater siang tadi.

Kata dia, pemeriksaan tersebut dilakukan siang tadi sekitar pukul 12.00 WITA sampai pukul 17.00 WITA di Mako Polres Bantaeng.

"Sebanyak lima pelaku yang tadi diperiksa kejiwaannya, hasilnya belum keluar, sebentar kalau sudah keluar, langsung saya infokan cepat," kata Sandi Ershi kepada Bukamatanews, Senin (11/05/2020).

Sebelumnya, Rosmini tewas dibunuh di Jalan Dusun Katabung, Desa Pattaneteang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, pada Sabtu, 8 Mei 2020.

Rosmini dihabisi dua kakak kandungnya, yakni Rahman (30) anak pertama, dan Suprianto (20) anak keempat, dari bapak Darwis (50) dan ibu Anis (50).

Belakangan diketahui, kasus pembunuhan tersebut dikarenakan kasus siri' keluarga, yakni korban Rosmini telah berhubungan badan dengan sepupunya sendiri yakni Usman (45).

Sepuluh anggota keluarga Darwis bin Daga (50) kemudian berkumpul di ruang tengah rumah mereka. Rosmini kemudian mengakui telah berhubungan dengan Usaman.

"Mereka berada diatas rumah berkumpul, korban sebelum dibunuh, ia diintrogasi oleh keluarganya, sampai akhirnya si korban mengakui bahwa dirinya telah berhubungan badan dengan sepupunya sendiri," ungkap Aipda Sandri Ershi.

"Serontak kedua kakak laki-laki nya menyeret korban ke kamar belakang, lalu mengeksekusi korban dengan memukul dan menggorok lehernya," sambungnya.

Darwis yang depresi melihat anaknya dibunuh, lari keluar rumah dan menyandra tiga warga yang melintas di depan rumahnya, Yakni Usman, Zaenal, dan Irfandi.

Sandera dibawa masuk ke dalam rumah, ketiga sandera tersebut melihat kejadian tragis yang menimpa pada keluarga darwis, lalu si Irfandi (sandra) lolos dari rumah itu, dan memberitahukan kepada tetangga sekitar, dan pihak kepolisian.